Berita Politik

IndiHome Digital Home Experience
verified RMOL Dewan Pers

Yan Anton Dan 3 Anak Buahnya Resmi Berkalung Tersangka

Hukum  SENIN, 05 SEPTEMBER 2016 , 16:35:00 WIB | LAPORAN: JOHANNES NAINGGOLAN

Yan Anton Dan 3 Anak Buahnya Resmi Berkalung Tersangka

Yan Anton Ferdian/Dok

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian sebagai tersangka dalam kasus suap pengadaan proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel).
Selain Yan, KPK juga menetapkan tiga orang anak buah Yan, mereka adalah Kasubag Rumah Tangga Pemkab Banyuasin, Rustami, Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin, Umar Usman, Kepala Seksi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Banyuasin, Sutaryo.

Kemudian dua orang pihak swasta, yakni Direktur CV Putra Pratama, Zulfikar Muharrami dan Kirman selaku orang kepercayaan Yan.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menjelaskan, Yan menjanjikan sebuah proyek di Disdik Pemkab Banyuasin kepada Zulfikar. Hal ini lantaran Yan mengetahui Disdik Pemkab Banyuasin bakal menjanangkan beberap proyek.

"Sebagai imbalannya, Bupati Banyuasin ini meminta Rp 1 miliar kepada ZM (Zulfikar Muharrami)," kata Basaria saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (5/9).

Dalam proses mendapatkan imbalan dari Zulfikar, Yan dibantu oleh tiga anak buahnya.

Pertama, Yan menghubungi Rustami, dan menyampaikan bahwa dirinya membutuhkan uang sebesar Rp 1 miliar. Mendengar perintah atasan, Rustami lantas menghubungi Umar Usman.

"Yan ini, dia tahu betul di sana akan ada beberapa proyek dan mengetahui itu dia bisa dapatkan dana dari proyek tersebut. Ini semacam ijon," ujar Basaria.

Setelah mendapat amanat, Umar bersama dengan Sutaryo menghubungi Kirman selaku pihak perantara Pemkab Banyuasin kepada pengusaha. Kirman jugalah yang mengubungi Zulfikar untuk menawarkan proyek di Disdik dengan syarat harus menyetor Rp 1 miliar.

"K (Kirman) ini merupakan orang kepercayaan Yan. K ini juga semacam pengepul, saya katakan betugas pengepul dana. Apabila pejabat disana ada keperluan, K yang selalu menghubungi pengusaha," ujar Basaria.

Lebih lanjut, Basaria mengatakan, penyidik masih menyelidiki proyek di Dinas Pendidikan yang dijanjikan.

Aksi Yan Anton berhasil diketahui KPK dari laporan masyarakat. Bekerja sama dengan Polda setempat. KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap Yan Anton, Rustami, Umar Usman, Sutaryo, Kirman dan Zulfikar Muharrami pada Minggu (4/9) kemarin.

Dari Yan Anton KPK mengamankan Rp 229, 8 juta dan 11.200 dolar AS.  Sementara dari Sutaryo, KPK menyita Rp 50 juta yang diduga merupakan bonus dari Yan Anton. Kemudian dari tangan Kirman, KPK menyita bukti setoran biaya naik haji ke sebuah biro sebesar Rp 531,6 juta untuk dua orang atas nama Yan Anton dan isteri.

Keenam tersangka kini masih dalam pemeriksaan KPK.

Atas perbuatannya Zulfikar Muharrami sebagai pemberi dijerat pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU 31/1999 Tindak Pidana Korupsi.

Sementara Yan Anton Ferdian, Rustami, Sutaryo, Kirman dan Umar Usman sebagai Penerima dijerat pasal 12 a atau b atau pasal 11 UU Tipikor.[wid]



Komentar Pembaca
Bagikan Hadiah Ke Warga, Jokowi Lempar Langsung Dari Dalam Mobil
170 Negara Ikut Matikan Lampu Pada Earth Hour
Sepakati Ongkos Haji

Sepakati Ongkos Haji

, 25 MARET 2017 , 06:51:00

Pengerjaan Stadion Renang GBK

Pengerjaan Stadion Renang GBK

, 25 MARET 2017 , 13:50:00

Berbaur Dengan Yatim Piatu

Berbaur Dengan Yatim Piatu

, 25 MARET 2017 , 12:35:00