Hanura

Masyarakat Diimbau Waspadai Sindikat Prostitusi Anak

 MINGGU, 11 SEPTEMBER 2016 , 18:30:00 WIB | LAPORAN: WAHYU SABDA KUNCAHYO

Masyarakat Diimbau Waspadai Sindikat Prostitusi Anak

Khofifah/Net

RMOL. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat waspada terhadap sindikat prostitusi anak. Mengingat, praktik prostitusi saat ini bukan hanya melibatkan anak perempuan melainkan juga anak laki-laki.
"Sekarang ini kewaspadaan tidak hanya kepada anak perempuan yang terlibat sindikat prostitusi, tetapi juga sindikat prostitusi sudah masuk ke anak laki-laki," ujarnya di Jakarta, Minggu (11/9).

Khofifah juga menyoroti banyaknya aduan kasus prostitusi yang melibatkan imigran pencari suaka di Batam, Kepulauan Riau. Untuk itu, Kemensos berkoordinasi dengan aparat kepolisian terkait prostitusi yang melibatkan imigran dan menyerahkan selanjutnya ke pihak Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Hukum dan HAM.

"Tidak menutup kemungkinan kasus prostitusi juga melibatkan imigran pencari suaka di Batam. Sekaligus peringatan kepada masyarakat agar lebih waspada," ujarnya.

Diketahui, pihak imigrasi menahan 10 imigran pria pencari suaka yang diduga terlibat kasus prostitusi di Batam. Setidaknya ada tiga lokasi berkumpul para imigran yaitu di rumah detensi milik Ditjen Imigrasi, Hotel Kolekta dan Taman Aspirasi.

Sementara, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise pernah mengatakan bahwa terdapat 3.000 anak menjadi korban prostitusi kaum gay. Angka itu menambah deretan panjang jumlah kasus penjualan anak untuk kaum penyuka sesama jenis. [wah]


Komentar Pembaca
Jembatan Widang Di Tuban Ambruk

Jembatan Widang Di Tuban Ambruk

, 17 APRIL 2018 , 13:00:00

Suriah Kalahkan Amerika Serikat!

Suriah Kalahkan Amerika Serikat!

, 17 APRIL 2018 , 11:00:00

Syahganda Dan Eggi Sudjana Gabung PAN

Syahganda Dan Eggi Sudjana Gabung PAN

, 12 APRIL 2018 , 18:15:00

Pertemuan Tertutup PDIP-PKB

Pertemuan Tertutup PDIP-PKB

, 12 APRIL 2018 , 03:52:00

Di Tengah Cakra Buana

Di Tengah Cakra Buana

, 15 APRIL 2018 , 10:57:00