Verified

Habib Rizieq Penuhi Panggilan Penyidik Polda Jabar

Hukum  KAMIS, 12 JANUARI 2017 , 10:20:00 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Habib Rizieq Penuhi Panggilan Penyidik Polda Jabar
RMOL. Habib Muhammad Rizieq Syihab memenuhi panggilan penyidik Polda Jabar. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) tiba di Markas Polda Jabar, Jalan Soekarno Hatta 748 Bandung, beberapa saat tadi, Kamis (12/1).
Habib Rizieq akan diperiksa terkait kasus dugaan penodaan terhadap lambang dan dasar negara Pancasila serta penghinaan kehormatan martabat Dr. Ir Soekarno sebagai proklamator kemerdekaan Indonesia dan presiden pertama Republik Indonesia.

Kasus tersebut dilaporkan Ketua Umum PNI Marhaenisme, Sukmawati Soekarnoputri.

Sebelum dia datang, massa dari dua kelompok yang berbeda sudah berada di lokasi. Yaitu, LSM Gerakan Massa Bawah Indonesia (GMBI) dan FPI.

Massa GMBI tiba sekitar pukul 07.00 WIB. Tak berapa lama, giliran massa massa FPI ke datang lokasi yang sama.

Kedua massa dengan kepentingan berbeda ini bahkan sempat nyaris bentrok.

Saat melaporkan Habib Rizieq pada 27 Oktober 2016 lalu, Sukmamawati membawa sebuah rekaman video berisi pernyataan Habib Rizieq yang menyebut 'Pancasila Soekarno ketuhanan ada di pantat, sedangkan pancasila Piagam Jakarta ketuhanan ada di kepala' menjadi barang bukti yang diajukan Sukma ke polisi.

Rekaman itu sebenarnya sudah beredar sejak dua tahun lalu. Namun Sukma mengaku baru melihatnya pada Juni 2016 lalu‎ atau tepat saat peringatan Hari Lahir Pancasila.

"Ya, saya baru terima di bulan Juni ketika itu bulan lahir pancasila. Saat itu, teman saya teringat rekaman tentang komentar atau pernyataan Rizieq tentang Pancasila tersebut yang terkait dengan Proklamator Bung Karno," tutur Sukma.

"Sebagai anak saya marah sekali. Tersinggung karena kata-katanya sangat tidak santun, tidak hormat sebagai pimpinan ormas FPI," jelas puteri ketiga Bung Karno dari Ibu Sukmawati tersebut.

Habib Rizieq sendiri sudah mengklarifikasi tuduhan tersebut. Bahkan dia menilai laporan itu menunjukkan Sukmawati tak paham Pancasila.  "Ironis, Sukmawati Soekarnoputri tidak paham sejarah Pancasila," tegas dia.

Habib Rizieq menjelaskan, dalam Sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945, Soekarno mengusulkan Pancasila sebagai Dasar Negara RI dengan susunan: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Keadilan Sosial dan (sila kelima), Ketuhanan. [Baca: Habib Rizieq: Ironis, Sukmawati Soekarnoputri Tak Paham Sejarah Pancasila!]

"Ini Pancasila Soekarno. Artinya dalam susunan Pancasila Soekarno, 'Sila Ketuhanan' dijadikan 'Sila Buntut', yaitu sila kelima atau sila yang terakhir," tandasnya. [zul]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Oentoek Padoeka Jang Moelja

Oentoek Padoeka Jang Moelja

, 22 OKTOBER 2017 , 09:00:00

Kodam XVII/Cenderawasih Terima Piagam MURI

Kodam XVII/Cenderawasih Terima Piagam MURI

, 21 OKTOBER 2017 , 09:00:00

Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Kritisi Jokowi-JK

Kritisi Jokowi-JK

, 21 OKTOBER 2017 , 05:01:00

Tumpeng Ulang Tahun

Tumpeng Ulang Tahun

, 21 OKTOBER 2017 , 02:25:00