Verified

KPK Lamban Telisik Penyuap Bupati Klaten

Hukum  KAMIS, 12 JANUARI 2017 , 17:19:00 WIB | LAPORAN: JOHANNES NAINGGOLAN

KPK Lamban Telisik Penyuap Bupati Klaten
RMOL. Mantan Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yenti Garnasih berharap pimpinan KPK bisa menelusuri pihak-pihak yang ikut terlibat dalam kasus suap promosi jabatan di Kabupaten Klaten.
Menurutnya, kasus yang menyeret Bupati Klaten Sri Hartini dan Suramlan selaku Kepala Seksi Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten sebagai tersangka itu bisa dikembangka ke pihak-pihak lain yang memberi suap untuk mendapatkan jabatan.

Namun  pakar tindak pidana pencucian uang (TPPU) Universitas Trisakti ini menilai, penyidikan kasus tersebut terkesan lambat untuk meminta konfirmasi pihak lain yang diduga ikut terlibat.

"Kayak Klaten, jangan hanya bupatinya saja. Dan anaknya yang difokuskan. Kalau saya merasa ya kurang cepat, misalnya, orang-orang yang membayar untuk mendapatkan jabatannya itu juga harus diperiksa," ujarnya saat ditemui di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (12/1).

Kasus suap promosi jabatan di Kabupaten Klaten terungkap setelah tim satuan tugas KPK mencokok Sri dalam operasi tangkap tangan pada 30 Desember 2016 lalu.

Dari OTT tersebut, penyidik menemukan uang Rp 2 miliar dan pecahan valuta asing sebesar 5.700 dolar Amerika Serikat dan 2.035 dolar Singapura dari tangan Sri Hartini.

Pada Sabtu, 31 Desember 2016, KPK menetapkan Sri Hartini sebagai tersangka penerima suap bersama Kepala Seksi SMP Dinas Pendidikan Klaten Suramlan sebagai tersangka pemberi suap.

Untuk menelusuri jejak pelaku, KPK melakukan pengeledahan di beberapa tempat di Klaten. Salah satunya menyasar ke rumah dinas Sri Hartini.

Dari pengeledahan tersebut, KPK menemukan uang Rp 3 miliar di lemari kamar Andy Purnomo, anak sulung Sri Hartini yang juga anggota Komisi IV DPRD Klaten, serta Rp 200 juta di kamar Sri Hartini.

KPK sudah mengetahui uang yang ditemukan penyidik di kamar Andy Purnomo. Meski demikian KPK belum menjelaskan lebih jauh peran Andy dalam kasus yang menyeret ibunya.

"Asal uangnya sudah diketahui. Indikasi sumber dana darimana saja. Yang pasti dari pihak pemberi terkait sejumlah jabatan," tutur Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (10/1) lalu. [zul]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Oentoek Padoeka Jang Moelja

Oentoek Padoeka Jang Moelja

, 22 OKTOBER 2017 , 09:00:00

Kodam XVII/Cenderawasih Terima Piagam MURI

Kodam XVII/Cenderawasih Terima Piagam MURI

, 21 OKTOBER 2017 , 09:00:00

Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Kritisi Jokowi-JK

Kritisi Jokowi-JK

, 21 OKTOBER 2017 , 05:01:00

Tumpeng Ulang Tahun

Tumpeng Ulang Tahun

, 21 OKTOBER 2017 , 02:25:00