Berita Politik

Telkom Indonesia
Rita Widyasari

Henry Adukan Kasus Tanah Jakpro, Prasetyo Bilang Banyak Kepentingan

Hukum  JUM'AT, 10 MARET 2017 , 16:58:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD IQBAL

Henry Adukan Kasus Tanah Jakpro, Prasetyo Bilang Banyak Kepentingan

Henry Yosodiningrat/net

RMOL. Kasus tindak pidana korupsi yang melibatkan perseorangan dan korporasi, menyangkut tanah milik PT Jakarta Propertindo dan PT Pembangunan Jaya Ancol, hingga kini belum disentuh Kejaksaan Agung.
Hal itu disayangkan anggota Komisi II DPR RI, Henry Yosodiningrat. Politikus yang lama berprofesi sebagai pengacara itu membuka lagi isu tersebut. Hendry mengaku sudah menyerahkan seluruh dokumen terkait kasus itu kepada Jaksa Agung di masa itu, Basrief Arief.

Dikatakan Henry, Basrief memerintahkan Jaksa Muda Pidana Khusus (Jampidsus) untuk mengusut kasus ini hingga kemudian Direktur Utama PT Wahana Agung Indonesia Propertindo, Fredie Tan alias Awi, ditetapkan sebagai tersangka.

"Serpihan dokumen-dokumen kasus ini saya kumpulkan, saya susun, saya sampaikan kepada Jaksa Agung disertai dengan laporan sistematis agar mudah untuk dipahami. Saya bawa ke ruang kerja Basrief Arief," cerita Henry di Tjikini Lima, Jakarta, Jumat, (10/3).

Singkat cerita, rezim berganti dan Kejaksaan Agung di bawah kendali HM Prasetyo mem-"peti es"-kan kasus tersebut. Lalu, Henry mengirim surat ke KPK untuk mengambil alih kasus ini, hingga menyurati Presiden Joko Widodo. Namun, semua pengaduannya tidak ditanggapi.

Dia bercerita pernah menanyakan langsung perkembangan kasus ini langsung ke Jaksa Agung, H.M. Prasetyo. Dengan enteng, Jaksa Agung menjawab bahwa kasus itu mengandung banyak kepentingan.

"Dia bilang, wah mas, banyak pihak yang berkepentingan. Lalu senyum-senyum enggak jelas dan pergi," kata Henry.

Di dalam surat yang disampaikan oleh Henry kepada Presiden Jokowi, ia menulis tentang kekecewaannya atas sikap Jaksa Agung yang berkelit dan enggan mengusut kasus ini.

"Saya juga bertulis surat dan menghadap ke KPK bawa setumpuk dokumen. Saya minta KPK mengambil alih kasus ini. KPK berwenang mengambil alih penyidikan yang tidak berjalan, tapi tetap tidak direspons," jelas Henry. [ald]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Bappenas Ikut Saran Rizal Ramli

Bappenas Ikut Saran Rizal Ramli

, 23 AGUSTUS 2017 , 23:00:00

KPK Harus Diformat Ulang!

KPK Harus Diformat Ulang!

, 23 AGUSTUS 2017 , 21:00:00

OSO Terima Presiden Jurnalis Korea

OSO Terima Presiden Jurnalis Korea

, 23 AGUSTUS 2017 , 17:46:00

Miniatur Masjid Al Aqsa

Miniatur Masjid Al Aqsa

, 23 AGUSTUS 2017 , 00:34:00

Sarapan Colenak

Sarapan Colenak

, 22 AGUSTUS 2017 , 10:10:00