Berita Politik

IndiHome Digital Home Experience
Ramadhan

Jelang Ramadhan, Aksi Penyelundup Minyak Curah Kian Marak

Hukum  JUM'AT, 21 APRIL 2017 , 20:09:00 WIB | LAPORAN: TANGGUH SIPRIA RIANG

Jelang Ramadhan, Aksi Penyelundup Minyak Curah Kian Marak
RMOL. Dua orang penyelundup minyak curah dibekuk polisi. Masing-masing, KS seorang sopir dan ‎TA yang bertindak sebagai penadah.
Keduanya ditangkap saat tengah membawa 15.540 kilogram minyak goreng menggunakan truk di Jalan Cakung-Cilincing, Cakung, Jakarta Timur, akhir Maret lalu.

"Saat ditangkap, pelaku hendak menyelundupkan 200 kilogram minyak hasil menadah dari sejumlah truk," kata Dir Reskrimsus Polda Metro Jaya (PMJ), Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat di kantornya Jumat (21/4).

Modusnya, dengan cara merusak segel pabrik untuk mengurangi muatan minyak goreng. Pelaku KS, lantas menjual kepada ‎TA dengan memanfaatkan tempat parkir truk di rest area.

"Minyak goreng itu dikirim ke agen di daerah Bandung dan sekitarnya, " papar mantan Kapolrestro Jakarta Selatan itu.

TA membeli minyak seharga Rp 6.500 per kilogram. Kemudian dijual kembali dengan banderol Rp 9 ribu. Sehingga, pelaku TA meraup keuntungan Rp 2.500 per kilogram.

‎Padahal, minyak goreng di pasaran dijual seharga Rp 11 - 15 ribu per kilogram. Totalnya, selama dua bulan, tersangka ini bisa mengumpulkan minyak goreng sekitar 10 ton.

"Pelaku sudah dua tahun beroprasi. Keuntungan bisa miliyaran rupiah dari penadahan minyak ini," kata Wahyu.

Minyak goreng curah tersebut, tutur Wahyu, seharusnya didistribusikan langsung ke masyarakat. Karena harganya yang murah dan bisa dinikmati seluruh lapisan.

"Kalau yang namanya minyak goreng curah ini kan bukan kemasan. Jadi masyarakat bisa beli sesuai dengan kemampuan. Itu tujuannya. Jadi bukan yang sudah dikemas, 1 liter gitu ya. Dengan kejadian seperti ini, tentunya distribusi langsung ke masyarakat, bisa berkurang," sesal alumni Akpol 1992 itu.

Selain itu, Wahyu menambahkan, kejadian ini merupakan upaya polisi untuk mencegah terjadinya penimbunan minyak pada saat jelang bulan Ramadhan.

"Sebentar lagi kan bulan Ramadhan. Sehingga dari sekarang kita melihat di pasar kondisinya seperti apa distribusi ini," jelasnya.

Saat ini penyidik Subdit Sumdaling Dit Reskrimsus tengah mengembangkan potensi pelaku dan bos dari pengepul minyak curah ini.

Tersangka KS dijerat dengan pasal 374 jo Pasal 372 KUHP UU RI No 20 tahun 1981 tentang Metrologi legal dan pasal 62 ayat 1 UU RI No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, ancaman kurungannya maksimal 5 tahun.

Sementara TA yang merupakan penadah ini dijerat pasal 480 KUHP dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara.

"Kami masih mengembangkan untuk menangkap tersangka lainnya," demikian Wahyu. [zul]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Tamparan Keras Untuk Jokowi

Tamparan Keras Untuk Jokowi

, 28 MEI 2017 , 21:00:00

Djarot Jangan Seperti Ahok

Djarot Jangan Seperti Ahok

, 28 MEI 2017 , 15:00:00

Penegasan Bhinneka Tunggal Ika

Penegasan Bhinneka Tunggal Ika

, 27 MEI 2017 , 00:42:00

Kecam Gugatan JICT

Kecam Gugatan JICT

, 28 MEI 2017 , 19:40:00

Jenguk Korban Bom

Jenguk Korban Bom

, 27 MEI 2017 , 03:11:00