Berita Politik

Telkom Indonesia
Ramadhan

Calon Pembeli: Pengembang Apartemen 45 Antasari Tidak Punya Niat Baik

Hukum  JUM'AT, 05 MEI 2017 , 21:42:00 WIB | LAPORAN: JOHANNES NAINGGOLAN

Calon Pembeli: Pengembang Apartemen 45 Antasari Tidak Punya Niat Baik

Net

RMOL. PT Prospek Duta Sukses bersama PT Cowell Development selaku pengembang Apartemen 45 Antasari dinilai tidak memiliki niat baik untuk membangun. Hal itu yang membuat Hendry Oktavianus dan Nancy Putriati selaku calon pembeli memilih menempuh jalur hukum.
Mendy Hermawan selaku kuasa hukum konsumen menjelaskan, kliennya telah menjalankan kewajiban pembayaran cicilan mulai November 2014 lalu. Hingga kini, kewajiban yang telah dibayarkan kepada pihak pengembang telah mencapai Rp 300 juta, namun pengembang belum melaksanakan kewajibannya untuk memulai pembangunan apartemen.

Tak hanya itu, pengembang proyek apartemen yang terletak di Jalan Pangeran Antasari Kavling 45, Jakarta Selatan itu baru mengantongi izin penggunaan lahan. Untuk izin mendirikan bangunan (IMB) dan izin tata ruang belum ada.

"Kita sudah somasi mereka tiga kali, kita minta pertanggungjawabannya, kita minta tanggal yang pasti serah terima. Mereka tidak berani, alasannya perubahan perizinan karena kena jalur tol. Jadi kita minta waktu, mereka tidak bisa kasih waktu yang pasti. Itu yang membuat akhirnya membawa permasalahan ini ke pengadilan," jelas Mendy saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (Jumat, 5/5).

Dia menambahkan, dari awal, pihak pengembang menjanjikan serah terima unit pada Oktober 2017. Namun, hingga kini, tiang pancang untuk pondasi apertemen belum juga ditanam. Hal itu juga yang membuat konsumen tidak melanjutkan kewajiban pembayaran cicilan.

"Developer malah menambahkan bunga dan bunga cicilan tetap jalan, bahkan klien kami pernah dikasih peringatan bahwa uang muka akan hilang, hangus kalau mereka tidak bayar. Akhirnya kita gugat ke PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang). Kita sudah mengajukan bukti-bukti semua ke majelis hakim bahwa PT Cowell Devlopment tidak punya itikad baik untuk membangun apartemen tersebut," ujar Mendy.

Menurutnya, tidak mungkin pengembang bisa mengerjakan dua tower apartemen dengan 35 lantai dalam waktu lima bulan. Bahkan, proses IMB dan Izin tata ruang sendiri membutuhkan waktu tiga bulan.

Dengan bukti-bukti tersebut, Mendy berharap majelis hakim bisa mengabulkan permohonan PKPU. Jika permohonan dikabulkan maka pengembang tersebut bisa dinyatakan pailit.

"Nanti kita lihat permohonan dia (pengembang) seperti apa, karena ini masih punya batas waktu dalam persidangan. Kalau kita dimenangkan dia akan mengajukan proposal untuk perdamaian. Kita lihat perdamaiannya seperti apa. Kalau kita nggak setuju kita bisa langsung meminta hakim pengawas untuk memailitkan perusahaan itu," pungkas Mendy. [wah] 

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
100%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Kapolda Iriawan Lengser

Kapolda Iriawan Lengser

, 20 JULI 2017 , 23:00:00

Jokowi Nonblok

Jokowi Nonblok

, 20 JULI 2017 , 19:00:00

Pigai Disambut Ribuan Warga

Pigai Disambut Ribuan Warga

, 19 JULI 2017 , 00:24:00

Bicara di Hadapan Pansus KPK

Bicara di Hadapan Pansus KPK

, 19 JULI 2017 , 02:31:00

Bahas Nasib Perppu Ormas

Bahas Nasib Perppu Ormas

, 19 JULI 2017 , 01:32:00