Hanura

Antasari Pertanyakan Bareskrim Hentikan Kasusnya

 JUM'AT, 19 MEI 2017 , 19:55:00 WIB | LAPORAN: TANGGUH SIPRIA RIANG

RMOL. Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar mempertanyakan keputusan Bareskrim Polri yang berencana menghentikan laporan kasusnya. Apalagi, rencana itu dengan hanya mempertimbangkan alat bukti yang dianggap tidak ada.
"Terlapor sepengetahuan kami belum diperiksa. Kok belum apa-apa sudah rilis tidak ada dua alat bukti," ujar Boyamin Saiman selaku kuasa hukum Antasari kepada RMOL (Jumat, 19/5).

Menurut Boy, pihaknya menghormati kinerja kepolisian yang telah menerima laporan kliennya. Sebagai mantan pejabat di kejaksaan maupun KPK, Antasari memaklumi dan menghargai kerja penyidik kepolisian.

"Apapun hasilnya yang penting Pak Antasari sudah berani melapor dengan segala resikonya. Tidak sekedar klaim dan teriak-teriak kriminalisasi," paparnya.

Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim memastikan penghentian proses penyelidikan laporan dugaan kriminalisasi yang dilayangkan Antasari Azhar pada Februari 2017 lalu. Ketiadaan bukti menjadi alasan tidak bisa naiknya perkara ke tahap penyidikan. Apalagi, dia menilai, laporan yang dilayangkan Antasari menyangkut putusan hukum yang sudah tetap atau inkracht.
 
"Pak Antasari mengangkat masalah kenapa dia ditahan dulu. Kami pelajari bahwa yang beliau sampaikan sudah menjadi materi persidangan," ujar Direktur Dittipidum Bareskrim Brigjen Herry Rudolf Nahak, Rabu lusa (17/5).

Diketahui, Antasari memastikan diri tidak bersalah atas kematian Dirut PT. Putera Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnaen. Dia mengklaim kasusnya hanya hasil kriminalisasi oleh segelintir pihak. Imbasnya, mantan kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan itu divonis bersalah karena dituding sebagai otak pembunuhan. Namun, Antasari dinyatakan bebas bersyarat saat grasinya dikabulkan Presiden Joko Widodo. [wah] 


Komentar Pembaca
DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

, 20 FEBRUARI 2018 , 15:00:00

Tak Ada Nama SBY-Ibas Di Kasus KTP-El

Tak Ada Nama SBY-Ibas Di Kasus KTP-El

, 20 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

SBY Lantik AHY

SBY Lantik AHY

, 18 FEBRUARI 2018 , 00:31:00

Tumpeng Golkar Untuk OSO

Tumpeng Golkar Untuk OSO

, 13 FEBRUARI 2018 , 17:33:00

Yang Lolos Dan Tak Lolos

Yang Lolos Dan Tak Lolos

, 18 FEBRUARI 2018 , 01:23:00