KPK Ajak Pemuda Muhammadiyah Kawal Kasus Novel

 SABTU, 10 JUNI 2017 , 20:10:00 WIB | LAPORAN: JOHANNES NAINGGOLAN

KPK Ajak Pemuda Muhammadiyah Kawal Kasus Novel

Febri Diansyah/Net

RMOL. Jurubicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan adalah salah satu contoh dari banyaknya tekanan yang dilakukan pihak tertentu untuk menghambat pemberantasan korupsi.
Bahkan menurut Febri, banyak teman-teman di daerah yang konsen mengenai anti korupsi juga ikut mendapat intimidasi dari pihak tertentu.

Hal ini, sambung dia, merupakan tugas bersama bahwa upaya meminimalisir aksi teror terhadap generasi muda yang terlibat dalam pemberantasan korupsi harus didorong untuk dituntaskan.

"Novel Baswedan hanya salah satu dari seluruh anak muda yang punya komitmen pemberantasan korupsi," ujar Febri saat menjadi pembicara diskusi bertema 'Integritas dan Produktifitas Kaum Muda untuk Keadilan Sosial' oleh PP Pemuda Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Sabtu (10/6).

Lebih lanjut Febri menjelaskan, hari ini tepat 60 hari setelah terjadinya penyerangan terhadap Novel Baswedan. Atas peristiwa tersebut, hingga saat ini, kondisi Novel belum sepenuhnya pulih.

Menurut Febri, dari informasi yang diperolehnya, mata kiri Novel masih sangat kurang baik, setelah pencopotan membran lapisan luar kornea.

"Sekarang pengelihatannya kalau kita tes mata itu mungkin hanya bisa melihat huruf paling besar saja, tetapi mata kanan sudah lebih baik. memang mata kiri yang paling berdampak dari serangan air keras itu," ungkap Febri.

Febri menambahkan, terlepas dari persoalan teknis penanganan perkara dan teknis pengobatan terhadap Novel, ada satu hal yang sangat mengkhawatirkan yakni pengungkapan kasus teror terhadap Novel tidak bisa dilakukan oleh instansi yang berwenang lantaran Novel hanya salah satu dari penyidik dan pegawai KPK.

Menurutnya jika kasus teror terhadap Novel tidak terungkap, maka tidak menutup kemungkinan kedepannya, institusi negara dan pihak-pihak yang terlibat aktif dalam pemberantasan korupsi, akan mendapat perlakuan yang sama.

"Penanganan perkaranya harus kita dorong untuk dituntaskan," tutup Febri. [rus]

Komentar Pembaca
Musim Panen Kok Impor Beras

Musim Panen Kok Impor Beras

, 12 JANUARI 2018 , 19:00:00

Gerindra: Minta 40 Miliar? Untuk Saksi Saja 61,5 Miliar
Punggawa Golkar Di Rapat Pleno Fraksi

Punggawa Golkar Di Rapat Pleno Fraksi

, 11 JANUARI 2018 , 23:13:00

Menemui Ketua Umum

Menemui Ketua Umum

, 11 JANUARI 2018 , 04:21:00

Rapat Gabungan Persiapan Pilkada Serentak 2018