Hanura

Hary Tanoe: Saya Percaya Tuhan Pasti Membela Kebenaran!

 JUM'AT, 07 JULI 2017 , 19:56:00 WIB | LAPORAN: TANGGUH SIPRIA RIANG

Hary Tanoe: Saya Percaya Tuhan Pasti Membela Kebenaran<i>!</i>

Hary Tanoe/RMOL

RMOL. Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo baru saja selesai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus ancaman lewat SMS kepada Jaksa Yulianto.
Saat ditanya wartawan usai pemeriksaan tersebut, dia enggan menanggapi adanya muatan politis dibalik pengusutan tersebut. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada penilaian publik.

"Teman-teman media nilai sendiri. Ini SMS 1,5 tahun lalu dan sudah diam, lama kemudian awal Mei dilakukan penyidikan lagi dan dibuka lagi dan ramai seperti sekarang," kata Hary Tanoe di Kantor Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Jalan Cideng Barat Dalam, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (7/7).

Hary Tanoe menjelaskan, Kasus SMS ke Jaksa Yulianto akan membuat masyarakat mengerti tujuannya masuk ke dunia politik dengan mendirikan Partai Perindo. Karena dia ingin membawa Indonesia yang sejahtera.

"‎Tentunya masyarakat bisa menilai saya ini selalu berusaha bekerja dengan baik. Saya ingin melihat bangsa kita ini baik. Saya mengorbankan bisnis saya untuk terjun di bidang politik dengan susah payah terjun sendiri dan banyak bersinggungan dengan masyarakat bawah‎," lanjutnya.

‎"Karena memang permasalahan bangsa kita adalah kesenjangan kelas bawah makanya kita perlu mengangkat mereka di samping penegakan hukum, memberantas korupsi dan lain-lain," imbuhnya.

Ia menambahkan, ‎bahwa tidak ada unsur dalam sangkaan dalam UU ITE yang menjeratnya. Sebab, dalam UU ITE tahun 2008 Pasal 29 atau pada perubahan UU ITE tahun 2016 Pasal 45 (b) itu tidak ada unsur-unsur kekerasan maupun pengancaman yang dilakukan terhadap pribadi seseorang.

"Dan di penjelasan UU ITE Tahun 2016 Pasal 45 (b) ditambahkan di situ dan mengakibatkan kekerasan fisik psikis dan kerugian materi. Kalau di sini mengakibatkan kekerasan fisik, kan tidak. Kemudian kerugian materil juga tidak. Sudah jelas. Karena kalau misalkan kekerasan psikis ya harus dibuktikan apakah SMS seperti itu bisa membuat seseorang terganggu mentalnya, itu misalnya," imbuhnya.

Seharusnya, lanjut Hary Tanoe, penyidik dapat terlebih dahulu membuktikan secara medis apakah si penerima SMS yang dikirimkannya dapat terganggu mentalnya.  

"Jadi tidak bisa dengan pengakuan seseorang. 'Saya merasa takut karena ada SMS seperti itu, saya merasa terancam'. Itu harus dibuktikan apakah ada akibat negatifnya. Ya tentunya semua itu harus dibuktikan, apakah dan akibat negatifnya. Atas SMS yang saya sampaikan tersebut," imbuhnya.

Bos MNC Grup ini memastikan, bahwa perjuangannya masuk ke dunia ‎politik tidak untuk mencari materi lantaran Perindo ingin berdedikasi dan mengabdi dalam memujudkan kesejahteraan Indonesia. Sehingga, ia percaya Tuhan akan membela kebenaran dalam kasusnya.

"‎Saya percaya Tuhan pasti membela kebenaran," demikian Hary Tanoe. [zul]

Komentar Pembaca
Nongkrong Politik, Semua Bisa Bicara

Nongkrong Politik, Semua Bisa Bicara

, 21 FEBRUARI 2018 , 10:00:00

DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

, 20 FEBRUARI 2018 , 15:00:00

SBY Lantik AHY

SBY Lantik AHY

, 18 FEBRUARI 2018 , 00:31:00

Yang Lolos Dan Tak Lolos

Yang Lolos Dan Tak Lolos

, 18 FEBRUARI 2018 , 01:23:00

RR Dikawal Cakra Buana

RR Dikawal Cakra Buana

, 16 FEBRUARI 2018 , 13:26:00