Berita Politik

Telkom Indonesia
Rita Widyasari

Jeremy Thomas Sebut Anaknya Ditodong Pistol Sebelum Disekap dan Dianiaya

Hukum  SENIN, 17 JULI 2017 , 17:58:00 WIB | LAPORAN: TANGGUH SIPRIA RIANG

Jeremy Thomas Sebut Anaknya Ditodong Pistol Sebelum Disekap dan Dianiaya

Jeremy Thomas/net

RMOL. Aktor sinetron Jeremy Thomas melaporkan empat pria yang diduga oknum polisi ke Divisi Propam Polri. Keempat oknum tersebut diduga menyekap, mengeroyok dan merampas barang-barang anaknya, Axel Matthew Thomas secara paksa dan menggunakan kekerasan.
"Faktanya adalah, anak (Axel) itu nggak terlibat apa-apa. Tidak ada narkoba. Tapi anak itu dipaksa mengaku dengan kekerasan, dengan todongan pistol," ungkap Jeremy saat ditemui di Divisi Propam Polri, Senin (17/7).

Jeremy menceritakan kronologis kejadian kepada awak media. Menurut Jeremy, anaknya tersebut dituduh memiliki dan menggunakan narkoba. Menurut Jeremy, anaknya sempat dipukul sebelum dilepaskan oknum polisi.

"Anak saya bilang, 'Saya nggak ada apa-apa, saya clear', akhirnya dipukulin. Saat sadar Axel nggak punya apa-apa, dilepaskan dengan kondisi putra saya yang seperti ini," ungkap Jeremy.

Jerrmy menduga  anaknya sengaja dipancing untuk datang ke lokasi penyekapan di salah satu hotel di Kemang, Jakarta Selatan. Kejadian itu, bermula ketika anaknya pergi ke mall untuk menemui kawannya.

Saat itu, Axel diantar oleh pembantu rumah tangganya. Lalu, Axel diarahkan ke salah satu hotel, sebelum dicekik orang tak dikenal. Axel sempat mnduga dirinya hendak dirampok, hingga akhirnya melawan dan melarikan diri.

"Lalu dia (Axel) dikejar, dikeroyok dan dipukul ramai ramai. Ada sekitar tiga sampai empat orang. Anak saya kemudian disekap di hotel tersebut," ujar Jeremy.

Semrntara itu, Jetrmy dan kuasa hukumnya mengaku baru mengetahui kabar anaknya disekap dari pembantu rumah tangganya.

Begitu tahu, Jeremy langsung ke hotel namun pihaknya menangkap kesan pegawai hotel, seolah menutupi-nutupi insiden yang terjadi.

Karena merasa dihalangi, Jeremy membuat laporan ke Unit Jatanras Polda Metro Jaya dan mendatangi kembali hotel tersebut.

"Saat kami masuk ke hotel, saya lihat putra saya turun bersama beberapa orang, kondisinya sudah babak belur," papar Jeremy.

Tidak terima, Jeremy sempat mendorong orang-orang yang membawa putranya yang mengaku sebagai petugas.

"Sikap brutal dan maniak ini akan saya proses sebagai orang tua. Axel nggak mengaku dan nggak bisa dibuktikan dengan tuduhan pemaksaan mereka," tegas Jeremy.

Imbas dari kejadian itu, tutur Jeremy, anaknya mengalami luka-luka di sekujur tubuh. Mulai dari lutut, punggung, kepala, rusuk, seluruh muka.

"Silakan dilihat. Semua parah. Ini penyiksaan. Ini brutal sekali," kata Jeremy.

Luka-luka tersebut, diduga akibat dikeroyok dengan tangan kosong dan sempat ditodong senjata api. Termasuk, penyitaan sejumlah barang-batang pribadi milik Axel.

"Iya, dikeroyok tangan kosong, beramai ramai dan ditodongkan senjata. Yang ngeroyok total empat, dalam ruangan ada delapan orang. Barang-barang yang diambil diantaranya, sepatu, ikat pinggang, Iphone, dan dompet," urainya.

Terpisah, Kuasa hukum Jeremy, Yanuar Bagus Sasmito, pihaknya membuat dua laporan terkait insiden tersebut. Selain laporan ke Propam Polri, mereka juga melaporkan ke Bareskrim Polri pasal pidana umum terkait penganiayaan dan pencurian barang pribadi Axel.

"Jadi ada dua laporan, satu melaporkan sisi profesinya. Yang kedua, kita laporkan masalah tindak pidana umumnya. Dia (Axel) disekap dan diborgol. Jadi, diperlakukan seperti binatang. Ini harus ditindak tegas. Kami minta pada Kapolri melalui Propam untuk melucuti kapasitas profesinya. Maka disini kita akan ada dua laporan, satu menyangkut profesi oknum, kedua, keterlibatan oknum ini dari pidana umumnya. Oknum tersebut harus bertanggungjawab soal penyekapan, penganiayaan, pencurian," demikian Yanuar.[san]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Bappenas Ikut Saran Rizal Ramli

Bappenas Ikut Saran Rizal Ramli

, 23 AGUSTUS 2017 , 23:00:00

KPK Harus Diformat Ulang!

KPK Harus Diformat Ulang!

, 23 AGUSTUS 2017 , 21:00:00

OSO Terima Presiden Jurnalis Korea

OSO Terima Presiden Jurnalis Korea

, 23 AGUSTUS 2017 , 17:46:00

Miniatur Masjid Al Aqsa

Miniatur Masjid Al Aqsa

, 23 AGUSTUS 2017 , 00:34:00

Sarapan Colenak

Sarapan Colenak

, 22 AGUSTUS 2017 , 10:10:00