Hanura

Aparat Hukum Didesak Tangkap Para Pelaku Penganiayaan Aktivis Danau Toba

 SELASA, 22 AGUSTUS 2017 , 16:59:00 WIB | LAPORAN: SAMRUT LELLOLSIMA

Aparat Hukum Didesak Tangkap Para Pelaku Penganiayaan Aktivis Danau Toba

Ilustrasi/Net

RMOL. Aparat Kepolisian didesak segera menangkap dan memroses para pelaku penganiayaan terhadap dua orang aktivis lingkungan dari Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) dan Gerakan Cinta Danau Toba (GCDT), yang terjadi pada Selasa lalu (15/8).

Hingga saat ini, pihak Kepolisian Resor Samosir (Polres Samosir) dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) tidak bergerak untuk menangkap para pelaku.

Ketua Umum Parsadaan Batak Alumni Yogyakarta (Pabayo), Witarsa Tambunan menyampaikan, segala bentuk penganiayaan dan intimidasi yang dialami Jhohannes Marbun dan Sebastian Hutabarat itu harus diusut tuntas.

"Mengutuk keras dan menolak segala bentuk teror terhadap Jhohannes Marbun dan Sebastian Hutabarat, yang sedang menjalankan profesinya dan kegiatannya,” ujar Ketua Umum Parsadaan Batak Alumni Yogyakarta (Pabayo), Witarsa Tambunan, dalam keterangan persnya, Senin (21/8).

Dia mendesak  Kapolres Samosir, AKBP Donald Simanjuntak dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Paulus Waterpauw agar segera menangkap, menahan  dan  memproses secara hukum siapapun para pelaku yang melakukan tindak pidana kriminal  berupa perbuatan tindak pidana penganiayaan/pemukulan (Pasal 351 KUHP), perbuatan tidak menyenangkan (Pasal 335 KHUP),  pengeroyokan (Pasal 170 KUHP)  sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Mengecam keras dan menyesalkan tindakan sekelompok orang di Desa Silimalombu, Kecamatan Onanrunggu, Kabupaten Samosir dan Jautir Simbolon beserta beberapa orang anak buah Jautir Simbolon,” lanjut Witarsa.

Dia menegaskan, segala bentuk intimidasi dan kekerasan terhadap Sekretaris Eksekutif Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) Jhohannes Marbun dan Sebastian Hutabarat harus dihentikan, sebab keduanya dalam menjalankan profesinya dan kegiatannya  menyuarakan penyelamatan lingkungan di Kawasan Danau Toba guna pelestarian lingkungan hidup di daerah itu dijamin oleh UU.

Meminta dan mendesak  Kapolres Samosir, AKBP Donald Simanjuntak dan Kapolda Sumatera Utara agar segera menangkap, menahan  dan  memproses secara hukum siapapun para pelaku yang melakukan tindak pidana kriminal  berupa perbuatan tindak pidana penganiayaan/pemukulan (Pasal 351 KUHP), perbuatan tidak menyenangkan (Pasal 335 KHUP),  pengeroyokan (Pasal 170 KUHP)  sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Semoga tidak terjadi lagi intimidasi dan kekerasan terhadap para pegiat lingkungan hidup dalam menjalankan profesinya dan pekerjaannya dimanapun di masa yang akan datang,” pungkas dia. [sam]

Komentar Pembaca
DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

, 20 FEBRUARI 2018 , 15:00:00

Tak Ada Nama SBY-Ibas Di Kasus KTP-El

Tak Ada Nama SBY-Ibas Di Kasus KTP-El

, 20 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

SBY Lantik AHY

SBY Lantik AHY

, 18 FEBRUARI 2018 , 00:31:00

Tumpeng Golkar Untuk OSO

Tumpeng Golkar Untuk OSO

, 13 FEBRUARI 2018 , 17:33:00

Yang Lolos Dan Tak Lolos

Yang Lolos Dan Tak Lolos

, 18 FEBRUARI 2018 , 01:23:00