Keluar Penjara, Hanya 30 Persen Napi Indonesia Yang Tobat

 KAMIS, 31 AGUSTUS 2017 , 02:48:00 WIB | LAPORAN: TANGGUH SIPRIA RIANG

Keluar Penjara, Hanya 30 Persen Napi Indonesia Yang Tobat

Jimly Asshidiqie/Net

RMOL. Lembaga Pemasyarakatan (LP) atau Lapas di Indonesia masih belum maksimal membina warga binaannya.
Menurut Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie, hanya 30 persen saja narapidana yang tobat usai menjalani masa tahanan di LP.

"Dari survei, yang tobat keluar dari penjara itu cuma 30 persen. 30 persen lagi, jadi pendendam. Begitu keluar, justru mengganggu aktivitas masyarakat, karena dia keluar karena merasa tidak bersalah," terang Profesor Hukum Universitas Indonesia itu di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/8).

Lalu, bagaimana dengan 40 persen lainnya? "40 persen, dia makin jadi," tambah Jimly.

Teknisnya, terang Jimly, begitu masuk penjara berstatus sebagai pencopet, setelah keluar bisa jadi perampok. Napi yang sebelumnya terpidana kasus pengguna narkoba, begitu keluar malah jadi bandar.

"Jadi kita mesti hati-hati dengan sistem kebijakan pemenjaraan. Masyarakat seharusnya dididik. Karena ada masalah dengan sistem pemenjaraan," paparnya.

Jimly mengimbau, agar masyarakat bisa memahami hukuman apa yang sebaiknya diterapkan. Sebab, selama ini hanya penjara, penjara dan penjara saja yang berlaku.

"Kalau suatu permasalahan kita dekati dengan pendekatan hukum dan peradilan nggak menyelesaikan masalah. Serius, terutama kalau jabatan publik," pungkas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi pertama itu. [sam]

Komentar Pembaca
Musim Panen Kok Impor Beras

Musim Panen Kok Impor Beras

, 12 JANUARI 2018 , 19:00:00

Gerindra: Minta 40 Miliar? Untuk Saksi Saja 61,5 Miliar
Punggawa Golkar Di Rapat Pleno Fraksi

Punggawa Golkar Di Rapat Pleno Fraksi

, 11 JANUARI 2018 , 23:13:00

Menemui Ketua Umum

Menemui Ketua Umum

, 11 JANUARI 2018 , 04:21:00

Rapat Gabungan Persiapan Pilkada Serentak 2018