Hanura

Iwan Buka Alasan Penyidik Polisi Lamban Tangani Kasus Victor Laiskodat

 KAMIS, 07 SEPTEMBER 2017 , 15:17:00 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Iwan Buka Alasan Penyidik Polisi Lamban Tangani Kasus Victor Laiskodat

Iwan Sumule laporkan Victor Laiskodat ke Bareskrim Polri/JPNN

RMOL. Sudah satu bulan pengaduan hukum terhadap politikus Partai Nasdem sekaligus anggota DPR RI, Victor Laiskodat, tidak ditindaklanjuti oleh Bareskrim Mabes Polri.
Ketua DPP Partai Gerindra, Iwan Sumule, yang melaporkan Victor atas tuduhan menebar kebencian dalam pidatonya, mengaku belum mendapat surat panggilan dari kepolisian sampai hari ini.

Iwan resmi mempolisikan Victor sejak 4 Agustus 2017 dengan bukti laporan LP/773/VIII/2017. Tapi, dia belum juga dipanggil untuk membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Penyidik bilang surat panggilannya belum ditandatangani pimpinan. Waktu itu katanya panggilan dilakukan secara lisan saja,"  ungkap Iwan via telepeon kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (7/9).

Mengenai hal ini, Tim Advokasi Pancasila yang mengawal pelaporan tersebut mendesak Bareskrim Polri untuk segera memanggil Iwan Sumule untuk pembuatan BAP.

"Tim ini berpegang teguh pada amanat kontitusi bahwa semua warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan" jelas Tim Advokasi Pancasila, melalui keterangan persnya.

Video pidato Ketua Fraksi Nasdem di DPR RI, Victor Laiskodat, sempat beredar luas dan menuai protes keras dari banyak kalangan. Isinya menuduh empat partai politik berada di belakang kelompok ekstremis dan gerakan khilafah yang ingin mengganti NKRI.

Pidato tersebut dilakukan Victor saat di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 1 Agustus 2017. Dalam potongan pidato itu terdengar secara eksplisit bahwa Victor mengajak hadirin tidak memilih para calon kepala daerah atau calon legislator dari partai-partai yang ada di belakang ekstremis dan gerakan pro khilafah. Ia menyebut Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Pada 4 Agustus 2014, Iwan melaporkan Victor Laiskodat ke Bareskrim Polri karena dianggap melanggar UU 19/2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik dan UU 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Iwan yang juga pengurus Partai Gerindra, membawa alat bukti berupa rekaman video pidato Victor Laiskodat yang isinya ia nilai adalah ujaran kebencian dan provokasi yang dapat memicu konflik horizontal. [ald]

Komentar Pembaca
DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

, 20 FEBRUARI 2018 , 15:00:00

Tak Ada Nama SBY-Ibas Di Kasus KTP-El

Tak Ada Nama SBY-Ibas Di Kasus KTP-El

, 20 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

SBY Lantik AHY

SBY Lantik AHY

, 18 FEBRUARI 2018 , 00:31:00

Tumpeng Golkar Untuk OSO

Tumpeng Golkar Untuk OSO

, 13 FEBRUARI 2018 , 17:33:00

Yang Lolos Dan Tak Lolos

Yang Lolos Dan Tak Lolos

, 18 FEBRUARI 2018 , 01:23:00