Hanura

2 Orang Saksi Untuk TPPU Auditor BPK Dipanggil KPK

 SELASA, 12 SEPTEMBER 2017 , 11:51:00 WIB | LAPORAN:

2 Orang Saksi Untuk TPPU Auditor BPK Dipanggil KPK

Ilustrasi/Net

RMOL. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memanggil sejumlah saksi terkait kasus pencucian uang yang dilakukan auditor BPK Ali Sadli.
Seperti hari ini (Selasa,12/9), penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi, yakni Edi Santosa selaku kasubag Keuangan AKN III RI dan Susiminarto Dwiatmi sebagai kabag Perbendaharaan BPK.

"Keduanya akan dimintai keterangan terkait kasus tindak pidana pencucian uang dengan tersangka ALS (Ali Sadli)," jelas Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) ini merupakan pengembangan dari kasus suap auditor BPK terkait opini WTP untuk laporan keuangan Kemedes PDTT tahun 2016.

Selain Ali Sadli, KPK juga menetapkan kepala auditor BPK Rochmadi Sapto Giri sebagai tersangka. Rochmadi juga terjerat dalam kasus suap dan TPPU yang sama dengan Ali Sadli.

Rochmadi dan Ali Sadli diduga telah melakukan perbuatan menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga, atau perbuatan lain atas harta kekayaan yang diduga merupakan hasil korupsi.

"Dengan tujuan menyamarkan asal-usul, sumber, lokasi, peruntukan, pengalihan hak atau kepemilikan yang sebenarnya atas harta kekayaan yang diketahui atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi," kata Febri, Rabu (6/9) lalu.

Terkait kasus itu, KPK telah menyita empat unit mobil yang diduga merupakan hasil TPPU kedua tersangka. Satu unit mobil Honda Odyssey yang diindikasikan menggunakan identitas pihak lain. Mobil tersebut disita dari salah satu dealer di Jakarta Utara yang pernah dikembalikan oleh pihak lain.

"Mobil tersebut dikembalikan pihak lain. Diduga terkait dengan salah satu tersangka," jelas Febri.

Selain itu dua unit mobil Sedan Merci warna putih dan hitam disita dari istri salah satu tersangka. Kemudian satu Honda CRV disita dari pihak lain yang namanya digunakan salah satu tersangka.

KPK juga menyita sejumlah uang yang diduga merupakan hasil penjualan beberapa mobil.

"Ada uang yang diduga berasal dari penjualan beberapa unit mobil senilai total Rp 1,65 miliar yang disita dari berbagai pihak dan diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi dalam kasus ini," katanya.[wid]



Komentar Pembaca
Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!
Foto Skuad Cendana

Foto Skuad Cendana

, 15 JUNI 2018 , 18:53:00

Yahya Staquf Berbicara Di Israel

Yahya Staquf Berbicara Di Israel

, 11 JUNI 2018 , 20:21:00

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

, 15 JUNI 2018 , 13:04:00