Rita Widyasari

KPK Belum Lengkapi Persyaratan, Praperadilan Novanto Ditunda

Hukum  SELASA, 12 SEPTEMBER 2017 , 12:46:00 WIB | LAPORAN: JOHANNES NAINGGOLAN

KPK Belum Lengkapi Persyaratan, Praperadilan Novanto Ditunda

Setya Novanto/RM

RMOL. Sidang praperadilan yang diajukan Ketua DPR RI, Setya Novanto ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditunda seminggu. Penundaan ini lantaran KPK belum dapat melengkapi sejumlah persyaratan terkait gugatan penetapan Novanto sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).
"KPK selaku pemohon meminta waktu penundaan persidangan tiga minggu kedepan, untuk dapat mempersiapkan administrasi lainnya. Berdasarkan itu hakim menunda hingga tiga minggu kedepan," jelas Hakim tunggal praperadilan Cepi Iskandar saat membaca surat permohonan penundaan Biro Hukum KPK di PN Jaksel, Jalan Ampera raya, Selasa (12/9).

Tim kuasa hukum Novanto menerima penundaan tersebut, namun keberatan dengan waktu yang diminta KPK untuk melengkapi persyaratan administrasi.

Salah seorang kuasa hukum, Ketut Mulya Arsana, menjelaskan bahwa waktu yang diminta terlalu lama untuk memperlancar persidangan.

Pihaknya memohon agar waktu penundaan dipersingkat menjadi tiga hari sesuai dengan ketentuan. Mengingat kuasa hukum telah menentukan waktu untuk menghadirkan saksi-saksi, terutama membuat jadwal persidangan dalam menghadirkan ahli.

"Kami membutuhkan termin waktu yang pas dan tepat. Kami mohonkan jadwal yang bisa kami tetapkan dalam persidangan," ujar Ketut.

Hakim Cepi sepakat agar penundaan dilakukan selama tujuh hari dan menetapkan praperadilan ditunda hingga Rabu, 20 September 2017 mendatang.

"Kami mencoba gar semua persiapan terutama pemohonan dan KPK dapat waktu cukup, karena berdasarkan hukum acara praperadilan cepat tujuh hari, jadi tidak mungkin perkara terlalu lama," ujar Cepi.

Seperti diketahui, Ketua Umum Partai Golkar itu mengajukan praperadilan terkait penetapannya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP tahun 2011-2012.

Gugatan praperadilan itu didaftarkan dengan nomor perkara 97/Pid.Pra/2017/PN JKT.SEL pada Senin (4/9) lalu.

Gugatan itu berisi, pertama, menyatakan penetapan tersangka terhadap Setya Novanto batal demi hukum.

Kedua memerintahkan termohon dalam hal ini KPK untuk menghentikan penyidikan tehadap Setya Novanto sebagai pemohon berdasarkan surat perintah Penyidikan No. Sprin.Dik-56/01/07/2017 tanggal 17 Juli 2017.

Ketiga memerintahkan termohon mencabut penetapan pencegahan terhadap Setya Novanto sejak putusan dalam perkara ini diucapkan. Keempat memerintahkan termohon untuk mengeluarkan Setya Novanto dari tahanan apabila pemohon berada di dalam tahanan sejak putusan dalam perkara ini diucapkan. Terakhir menyatakan batal dan tidak sah segala penetapan yang dikelurkan oleh termohon terhadap pemohon. [sam]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Kesehatan Setnov Belum Stabil

Kesehatan Setnov Belum Stabil

, 22 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

HUT TNI 72

HUT TNI 72

, 22 SEPTEMBER 2017 , 05:10:00

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

, 22 SEPTEMBER 2017 , 00:35:00

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

, 22 SEPTEMBER 2017 , 01:23:00

Panglima Menolak Dipanggil Presiden, Suasana Memanas

Panglima Menolak Dipanggil Presiden, Suasana Memanas

Humor Politik23 September 2017 09:06

TNI Gagalkan Pembelian 5 Ribu Senpi, Waspada Pelacur Demokrasi<i>!</i>
Amien Rais Minta Jokowi Pelototi Ribka Tjiptaning
Fadli Zon: Wuih, Pak Fahri Hamzah Sudah Gerindra Banget Tuh<i>!</i>
Amien Rais Curiga Dengan Jokowi

Amien Rais Curiga Dengan Jokowi

Politik22 September 2017 05:02