Masa Tahanan Dirjen Hubla Diperpanjang 40 Hari

Hukum  SELASA, 12 SEPTEMBER 2017 , 19:30:00 WIB | LAPORAN: LILIS VARWATI

Masa Tahanan Dirjen Hubla Diperpanjang 40 Hari

Antonius Tonny Budiono/RM

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perpanjang masa tahanan dua tersangka kasus suap di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla). Perpanjangan dilakukan selama 40 hari terhitung sejak 13 September 2017.
"KPK melakukan pemanjangan (penahanan) selama 40 hari ke depan kepada dua orang tersangka yang sudah ditetapkan dan ditahan dalam kasus suap dan gratifikasi di lingkungan Ditjen Hubla. Perpanjangan dilakukan mulai tanggal 13 September 2017 sampai dengan 22 Oktober 2017," kata juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (12/9).

Perpanjangan masa tahanan diberikan kepada Dirjen Hubla Antonius Tonny Budiono dan Komisaris PT Adi Guna Keruktama (PT AGK) Adiputra Kurniawan. Febri menjelaskan, perpanjangan masa tahanan dibutuhkan untuk melengkapi berkas penyidikan kedua tersangka.

"Tim terus mendalami dan masih membutuhkan keterangan-keterangan dari sejumlah saksi termasuk juga dari tersangka. Kita terus dalami hal-hal seperti sumber dan aliran dana yang terdapat di 33 tas tersebut dan mengonfirmasi juga hasil-hasil penggeledahan sebelumnya," jelas Febri.

Kasus suap itu terungkap saat tim satgas KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada 23 Agustus 2017. Tim menangkap sejumlah pihak dan keesokan harinya, pimpinan KPK segera menetapkan status tersangka kepada Antonius dan Adiputra.

Dalam operasi itu, KPK menyita 33 tas berisi uang di mess Perwira Dirjen Hubla di Jalan Gunung Sahari, Jakarta. Total uang dalam tas tersebut sekita Rp 18,9 miliar.

Selain itu KPK juga menyita sejumlah rekening bank berisi saldo hingga Rp 1,174 miliar. KPK menduga uang tersebut merupakan suap yang diterima Antonius dari Adiputra.

Suap tersebut berkaitan dengan proyek pengerjaan pengerukan pelabuhan Tanjung Mas di Semarang. [ian]

Komentar Pembaca
Soal Banjir, Anies Lebih Keren Dari Ahok

Soal Banjir, Anies Lebih Keren Dari Ahok

, 14 DESEMBER 2017 , 17:00:00

Novanto Tak Bisa Lagi Gugat Praperadilan

Novanto Tak Bisa Lagi Gugat Praperadilan

, 14 DESEMBER 2017 , 15:00:00

Prabowo Diapit Anies Dan Sudirman

Prabowo Diapit Anies Dan Sudirman

, 13 DESEMBER 2017 , 17:25:00

Mengantar Sang Bintang Rock

Mengantar Sang Bintang Rock

, 11 DESEMBER 2017 , 07:46:00

Mukernas Kosgoro

Mukernas Kosgoro

, 12 DESEMBER 2017 , 18:29:00

Penanganan Banjir Era Anies Lebih Keren Dari Era Ahok
Pencalonan Titiek Soeharto Mentok di Jokowi

Pencalonan Titiek Soeharto Mentok di Jokowi

Politik11 Desember 2017 04:03

Indonesia “Terjebak” Dalam Lilitan “Benang Kusut” OKI
Mbak Sri Sudahlah Stop Utang<i>!</i>

Mbak Sri Sudahlah Stop Utang!

Suara Publik13 Desember 2017 12:56

Emil Disarankan Mundur Daripada Dipecat

Emil Disarankan Mundur Daripada Dipecat

Politik12 Desember 2017 11:03