Rita Widyasari

KPK Panggil Wilson Dan Suherm Terkait Suap Hakim Tipikor Bengkulu

Hukum  RABU, 13 SEPTEMBER 2017 , 13:04:00 WIB | LAPORAN: LILIS VARWATI

RMOL. Penyidik KPK mulai lakukan pemeriksaan kasus suap Hakim ad hoc Pengadilan Tipikor Bengkulu, hari ini (Rabu, 13/9). Ada dua saksi yang dijadwalkan akan diperiksa di gedung KPK Jakarta.
"Penyidik sudah mulai melakukan panggilan terhadap saksi dalam perkara kasus suap hakim pengadilan Tipikor Bengkulu. Ada dua saksi yang dijadwalkan, satu dari unsur swasta dan satu lagi merupakan pegawai negeri sipil. Keduanya diperiksa untuk tersangka SUR (Dewi Suryana)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (13/9).

Dewi Suryana merupakan hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu yang menerima suap dalam kasus tersebut. Sementara dua saksi yang hari ini diperiksa adalah Suhermi dari pihak swasta dan Wilson seorang PNS.

Wilson merupakaan terdakwa dalam kasus tindak pidana korupsi Kegiatan rutin Tahun anggaran 2013 di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Bengkulu. KPK menduga uang suap yang diterima Dewi untuk mengamankan putusan vonis dalam perkara Wilson.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, suap diberikan oleh Syuhadatul Islamy, seorang pegawai negeri sipil yang juga pihak keluarga Wilson.

"Perkara pokok didaftarkan di PN Bengkulu pada 26 April 2017. Selama proses persidangan ada indikasi keluarga mendekati hakim melalui DHN," kata Basaria saat gelar perkara di gedung KPK, Kamis lalu (7/9).

DHN merupakan Dahniar, mantan pensiunan panitera pengganti di PN Tipikor Bengkulu. Pada 20 Juli 2017, jaksa penuntut umum telah membacakan tuntutan 1 tahun 6 bulan dan denda 50 juta. Dakwaan kesatu Primair tidak terbukti. Dan dakwaan kesatu Subsidair dinyatakan terbukti.

Sebelum putusan vonis dibacakan, S, seorang PNS, membuat rekening di BTN atas nama sendiri dan menyetorkan 150 juta. Tanggal 14 Agustus 2017 terdakwa Wilson divonis 1 tahun 3 bulan dan denda 50 juta, subsidier 1 bulan kurungan.

"Penyerahan uang belum dilakukan beberapa saat sebelum putusan dijatuhkan karena diduga untuk menunggu situasi aman," kata Basaria.

Kemudian pada tanggal 5 September 2017 dilakukan penarikan tunai dari BTN sebesar Rp 125 juta.

Dalam kasus itu KPK menetapkan tiga tersangka. Sebagai pihak pemberi yakni Syuhadatul dan sebagai pihak penerima Hakim Dewi Suryana dan panitera pengganti Hendra Kurniawan. [rus]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Kesehatan Setnov Belum Stabil

Kesehatan Setnov Belum Stabil

, 22 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

HUT TNI 72

HUT TNI 72

, 22 SEPTEMBER 2017 , 05:10:00

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

, 22 SEPTEMBER 2017 , 00:35:00

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

, 22 SEPTEMBER 2017 , 01:23:00