Tak Ada Acara Komunis, Tak Ada Nyanyi Genjer-genjer

YLBHI

 SELASA, 19 SEPTEMBER 2017 , 09:44:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tak Ada Acara Komunis, Tak Ada Nyanyi Genjer-genjer

Foto/Net

RMOL. Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta di Jalan Diponegoro no. 74, Jakarta, dis­erbu ribuan orang pada Minggu (17/9) malam hingga Senin (18/9) dini hari.
Penyebabnya, kegiatan seni yang berlangsung di kantor tersebut pada Minggu sore hing­ga larut malam disinyalir berbau komunis. Sebelumnya, YLBHI berencana menggelar diskusi pelurusan sejarah peristiwa 30 September yang lebih dikenal dengan istilah 30S PKI.

YLBHI menyatakan tidak ada acara yang berbau komunis di kantornya. Ketua Umum YLBHI, Asfinawati menyata­kan, tuduhan di kantornya ada penyelenggaraan acara mem­bangkitkan komunis sudah ke­terlaluan.

"Jelas ini hoax atau berita-berita bohong, propaganda tudu­han yang mengada-ada telah diviralkan, instruksi-instruksi untuk menyerang LBH dilaku­kan secara sistematis dan meluas bahwa ini acara PKI," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan Asfinawati, acara 'Asik Asik Aksi' yang berlang­sung pada Minggu sore dilaku­kan dalam rangka keprihatinan atas pembubaran acara Seminar Sejarah 1965 yang semula di­laksanakan di LBH Jakarta. Acara tersebut diisi penampilan seni, puisi, dan menyanyi dalam rangka keprihatinan atas pem­bubaran seminar.

"Tuduhan menyanyikan lagu genjer-genjer dan lain-lain, sama sekali tidak ada. Kami khawatir ini ditunggangi oleh pihak-pihak yang menghendaki chaos dan rusuh," kata Asfin.

Ketua Bidang Advokasi YLBHI, Muhammad Isnur mengatakan, massa yang menyerang kantor YLBHI meneriak­kan 'gebuk, gebuk, gebuk saja'. Kata tersebut diviralkan oleh Presiden Jokowi saat menang­gapi isu kebangkitan komunis.

"Kata 'gebuk' itu dapat di­manfaatkan orang-orang yang memanfaatkan kepentingan pragmatis dan memanfaatkan kata itu untuk memprovokasi," sebutnya.

Pihaknya kecewa, tindakan massa yang merusak kantor YLBHI menunjukkan pengabaianterhadap eksistensi YLBHI sebagai lembaga bantuan hukum yang selalu menyuarakan hak-hak masyarakat.

"Apalagi ini YLBHI pusat. YLBHI pusat saja sudah sep­erti ini, bagaimana nantinya YLBHI di daerah-daerah lain? Ini dengan sendirinya mereka menyerang masyarakat miskin dan sipil," ujar Isnur.

Sementara itu, Ketua Komnas Perempuan, Azriana mendorong pengusutan kasus penyerangan kantor YLBHI dan LBH Jakarta secara tuntas. "Saya pikir ketika masalah ini tidak diusut tuntas maka hal serupa akan terjadi nantinya," katanya.

Diterangkannya, ada tiga poin yang menjadi landasan utama Komnas Perempuan berkaitan dengan peristiwa tersebut. Pertama, Komnas Perempuan meminta semua pihak bersikap kritis atas berita mau­pun informasi yang menyulut kebencian melalui isu-isu ke­bangkitan PKI.

Kedua, Komnas Perempuan meminta aparat penegak hu­kum segera mengusut tuntas kasus penyerangan gedung LBH Jakarta sekaligus me­minta pertanggungjawaban daripihak-pihak yang terlibat melalui proses hukum.

Terakhir, pihaknya ingin pe­merintah, khususnya pemerintah DKI Jakarta untuk melakukan perbaikan pada gedung YLBHI dan LBH Jakarta yang menga­lami kerusakan. ***


Komentar Pembaca
Jokowi Gagal Bangun Politik Kebangsaan

Jokowi Gagal Bangun Politik Kebangsaan

, 18 JANUARI 2018 , 19:00:00

KPU Tetap Lakukan Verifikasi Faktual

KPU Tetap Lakukan Verifikasi Faktual

, 18 JANUARI 2018 , 17:00:00

Sabam Sirait Dilantik

Sabam Sirait Dilantik

, 15 JANUARI 2018 , 16:34:00

Pelantikan KSAU Baru

Pelantikan KSAU Baru

, 18 JANUARI 2018 , 01:04:00

Minta OSO Pidato Di HPN

Minta OSO Pidato Di HPN

, 16 JANUARI 2018 , 18:15:00