Verified

Rita Terima Gratifikasi, Kok Sulit Masuk Akal?

Hukum  SELASA, 10 OKTOBER 2017 , 18:38:00 WIB | OLEH: ALDI GULTOM

Rita Terima Gratifikasi, Kok Sulit Masuk Akal?

Rita Widyasari

RMOL. Baru Juli lalu kami bertemu muka dengannya di tengah semarak pesta Erau Adat Kutai and The 5th International Folk Arts Festival. Wajah Rita Widyasari, sang Bupati yang disapa Bunda baik oleh jajarannya di pemerintahan maupun rakyat jelata di tanah Kutai Kartanegara (Kukar), tampak begitu lelah.
Walau begitu, Rita tetap tak bisa menyembunyikan raut gembira. Kegembiraan dan rasa bangga Rita kala itu sangat beralasan, karena pembukaan Festival Kesenian Rakyat Internasional ke-5 dalam rangka Erau Adat Kutai yang berjalan Minggu siang (23/7) di Stadion Rondo Demang, Tenggarong, berjalan sukses dan gegap gempita.

Setidaknya, pembukaan Erau dihadiri oleh dua pejabat penting di level nasional maupun lokal yaitu Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly; dan Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak. Sekitar 5000 orang memenuhi stadion. Hadir pula 19 Duta Besar dari negara-negara sahabat antara lain dari Afghanistan, Mesir, Irak, Kazakhstan, Korea Utara, Libya, Maroko, Myanmar, Panama, Serbia, Sri Lanka, Turki dan Seychelles.

Ada pula perwakilan dari Amerika Serikat dan Forum Kerjasama Afrika-ASEAN. Kelompok penampil seni dan tari dari Bulgaria, China Taipei, India, Jepang, Korea Selatan, Polandia, Slowakia, Thailand, Indonesia, secara berurutan menunjukkan kebolehan masing-masing di depan para tamu kehormatan.

Boleh dikatakan, kesuksesan Erau 2017 menjadi cermin keberhasilan kepemimpinan Rita Widyasari. Namanya yang dijagokan sebagai calon pemenang dalam Pilkada Kalimantan Timur tahun depan, semakin cemerlang berkat keberhasilan penyelenggaraan festival internasional tersebut. Tak sedikit orang memprediksi Rita bakal meraup kemenangan mutlak di Pilkada Kaltim, mengulang keberhasilannya pada Pilkada Kabuputen Kukar tahun 2015 yang mengantarnya ke periode kedua.

"Saya sangat lelah, tapi sangat bangga. Ini demi kecintaan saya kepada Kutai Kartanegara. Besok ya kita ketemu dan ngobrol panjang, hari ini saya masih padat," ucap Rita ketika saya dan rekan dari Rakyat Merdeka TV menemuinya seusai pembukaan Festival Internasional.  

Ketika bermalam di Samarinda, ibu kota Kalimantan Timur yang bersebelahan dengan Tenggarong, sebelum menghadiri pembukaan acara, saya banyak bercengkerama dengan warga setempat. Sebagai jurnalis bidang politik, saya selalu menyelipkan pertanyaan tentang prediksi warga terhadap Pilkada Kaltim 2018. Tak saya duga sepenuhnya, kesimpulan spontan yang saya dapatkan begitu seragam, "Rita pasti bisa mengatasi siapapun lawan-lawannya".

"Sudahlah, pasti dia yang menang. Dari pembangunan di Tenggarong saja kita bisa lihat Rita itu pasti dipilih warga di Pilkada," ujar Sudar (40), pria asli Jawa Tengah yang sudah menetap di Samarindra sejak era 1980-an.

Seorang pengusaha lokal, Hermand (50), bercerita bahwa kepemimpinan Rita di Kukar terdengar harum sampai ke daerah-daerah lain di Kaltim.

"Bisa dibilang dia itu diinginkan masyarakat," ucap pria yang membuka jasa travel di rumahnya itu.  

Ketika survei sederhana terhadap warga Samarinda itu saya sampaikan langsung ke Rita dua hari kemudian, perempuan berzodiak Scorpio itu menunjukkan ekspresi terkejut. Pembicaraan kami beralih dari kesuksesan Erau ke isu-isu umum dalam hal pembangunan di Kukar.

Bupati bergelar Phd itu telah lama mencanangkan pariwisata dan agrikultur sebagai penopang ekonomi Kukar, menggantikan pemasukan dari sektor pertambangan yang kehilangan pamor.

"Kami sudah jadi lumbung padi terbesar di Kaltim, juga di bidang perikanan. Kami surplus di bidang pangan," ujar Rita di kediamannya, yang berdekatan dengan kantor Bupati Kukar.

Pada 2015, Kukar menjadi penyumbang tertinggi jumlah wisatawan di Kaltim. Sekarang, Kukar berada di urutan dua setelah kawasan Derawan di Kabupaten Berau. Festival internasional dalam rangka Erau, menurutnya, menjadi magnet wisatawan yang paling ampuh. Tahun lalu, jumlah wisatawan yang datang ke festival itu mencapai 120 ribu orang, melampaui target 70 ribu pengunjung.

Rita banyak membeberkan strateginya dalam membangun pariwisata melibatkan kesultanan Kutai dan perusahaan-perusahaan tambang dan swasta lainnya, lalu mendorong partisipasi aktif warganya dengan pemberian latihan keterampilan dan bantuan untuk Usaha Kecil Menengah. Dia juga mengungkapkan besar harapannya pembangunan infrastruktur antara Balikpapan dan Samarinda seperti jalan tol Balikpapan-Samarinda dan Bandar Udara di Samarinda cepat terealisasi demi memompa jumlah turis asing maupun lokal di Kukar.

Keberhasilan dalam memimpin Kukar terbukti dalam daftar penghargaan yang pernah diraih putri dari mantan Bupati Kukar, almarhum Syaukani Hasan Rais, itu. Misalnya, tanda kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha yang diberikan Presiden RI Joko Widodo pada 28 April 2015; predikat Inspirator Pembangunan Daerah 2017 dari Pusat Kajian Keuangan Negara. Pada 2016, Rita dianugerahi Global Leadership Award 2016 oleh majalah bisnis The Leader International dan American Leadership Development Association.

Bahkan, beberapa waktu lalu, sosok Rita Widyasari digunakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai "role model" kepala pemerintahan yang bersih dalam acara Kolaborasi Tunas Integritas Nasional II, yang diselenggarakan KPK dari tanggal 12-15 September 2017 di Provinsi Papua.

Karena itulah wajar muncul pertanyaan besar. Mengapa KPK sebagai lembaga penegakan hukum "superbody" yang sebelumnya menetapkan Rita Widyasari sebagai "role model" kepala daerah malah menetapkannya sebagai tersangka kasus gratifikasi?

Setelah penetapannya menjadi tersangka kasus korupsi, Rita mendapat dukungan moral yang sangat kuat dari keluarga intinya. Dari orang dekat Rita dietahui bahwa suami dan ketiga anaknya, satu pria dan sepasang gadis kembar, memompa semangat Rita agar kuat menghadapi kasus yang dianggap sebagian kalangan sarat unsur politik ini. Rita dan suami (Endri Elfran Syafril), memang membangun hubungan yang sangat kuat dengan anak-anaknya.

Hal ini sangat mungkin menurun dari hubungan harmonis Rita dengan alamarhum ayahnya, Syaukani Hasan Rais. Kedekatan Rita dengan keluarga tercermin dari gaya komunikasi sehari-hari di antara mereka. Dalam suatu kesempatan Rita mengaku tidak pernah satu haripun terlewat tanpa bercengkerama dengan anak-anaknya di manapun atau sesibuk apapun mereka.

Kini, Bupati pencinta musik Rock dengan segudang prestasi itu menghadapi masalah serius. Ia ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh lembaga yang menjadikannya sebagai teladan kepemimpinan bagi daerah lain.

Menarik disimak pernyataan jurubicara Rita, Yoga Hartantoro, yang menyatakan ada kemungkinan besar kasus Rita bukan termasuk kategori gratifikasi, melainkan masalah administrasi pelaporan nilai kekayaan belaka.

Tetapi, adalah lebih bahaya lagi bila kecurigaan banyak pihak tentang nuansa politik di balik kasus ini terbukti benar suatu hari nanti.

Dugaan ini tak sepenuhnya omong kosong jika melihat fakta berbagai survei jelang Pilkada Kaltim 2018 yang menunjukkan Rita masih di puncak elektabilitas dan popularitas dibandingkan lawan-lawan potensialnya.

Jujur saja masih susah untuk diterima akal. Kok bisa pemimpin yang "terlanjur" dianggap mengabdikan diri secara total untuk membangun kesejahteraan rakyatnya, yang menghabiskan Rp 20 miliar untuk mengirim guru-guru belajar bahasa Inggris ke Cambridge University, malah terjebak kasus korupsi? [ald]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
100%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Kali Ini, Khofifah Pasti Menang!

Kali Ini, Khofifah Pasti Menang!

, 17 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Singgung Pribumi, Anies Menyulut Perpecahan
Bunga Untuk Mantan Gubernur

Bunga Untuk Mantan Gubernur

, 15 OKTOBER 2017 , 00:30:00

Djarot Bicarakan Pilkada Jatim

Djarot Bicarakan Pilkada Jatim

, 15 OKTOBER 2017 , 01:16:00

Bicarakan Pilgub Jatim Di Rumah Mega

Bicarakan Pilgub Jatim Di Rumah Mega

, 15 OKTOBER 2017 , 02:33:00