Verified

Semoga Konten Situs Kita Bermutu, Tapi Jangan Bungkam Yang Kritis

Pemerintah Siapkan Rp 200 Miliar Berantas Situs Porno

Hukum  RABU, 11 OKTOBER 2017 , 08:25:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Semoga Konten Situs Kita Bermutu, Tapi Jangan Bungkam Yang Kritis

Foto/Net

RMOL. Berantas situs porno dan informasi hoaks, Kementrian Komu­nikasi dan Informasi siap gelontorkan duit hingga Rp 200 miliar. Anggaran yang cukup fantastis itu nantinya akan digunakan un­tuk membeli mesin sensor internet.
 Pengadaan mesin sensor ini dilelang dan dimenangkan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI). Kominfo menargetkan pengopera­sian mesin sensor dimulai Januari 2018 mendatang.

"Pemasangannya paling lambat 31 Desember ini. Mulai beroperasi Januari 2018, sebelum itu tentu su­dah ada uji coba," kata Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan di Gedung Kominfo, Jakarta, kemarin.

Mesin sensor internet ini dikabar­kan mampu memblokir konten-konten pornografi dengan lebih cepat dan tepat. Pemerintah mem­prediksi 50 persen konten negatif bisa langsung diblokir ketika mesin dioperasikan nanti.

"Selama ini pelaporan konten negatif melalui situs Trust Positif diproses secara manual. Laporan yang masuk sangat banyak tapi baru sedikit yang diproses. Kalau ada mesin nanti bisa dibuka semua (konten yang diadukan) dan dibaca sekaligus. Serba otimatis," ia menuturkan.

Para pegiat dunia sosial mengang­gap pembelian mesin sensor itu hal yang mubazir. "Kemkominfo beli mesin sensor internet. Ribet amat sampe 211 milyar belinya. Pdhl cu­kup dikasih konten positif aja kelar," cuit akun @perangkaiabjad.

"Jadi Kominfo mau beli mesin sensor internet seharga 200 miliar? Apa urgensi beli mesin sensor sehar­ga itu kira-kira? Mau saring porno? lol," ujar akun @InsideErick.

"Sensor internet seharga 200 miliar' wtf is this i cant even," tutur akun @fajargrimmjaw.

"Sensor ato apapun namanya seharga 200 milyar itu klo chrome pake add on hotspot shield jg tem­bus," cuit akun @allamaf.

"Gunanya apa. Orang masih ada trik. Bisa ditembus. Lalu percuma dong uang negara yg dari pajak dibuang sia-sia, thx bye," sindir akun @jxlproject.

Akun @frhngfr mengaku pesimis bila mesin mahal tersebut cukup ampuh memberantas situs porno. "Selama masih ada vpn ato hotspot shield, 200 milyar bakal kebuang percuma," ledek akun @frhngfr.

"Temen saya yang ga lulus smp aja bisa kok aksen dan download. Malah dia yang ngajarin saya tentang VPN," ungkap akun @ihwan_ID.

"Terus kalo udah pake mesin sen­sor internet itu, semua konten bisa semua di berantas ga yak?" Tanya akun @indra_hutapea.

"Lebih Baik buat bangun fasili­tas, percuma kok basmi2 orang ada vpn," timpal akun @jimarexs. "kerjaan sia-sia. ibarat nguras air laut. gak bakal abis-abis. masalah­nya lagi biaya buat nguras air laut­nya, pake duit pajak rakyat," timp akun @kfahrurizal.

"Mending uangnya utk mense­jahterakan kaum jomblo utk mencari pacar agar supaya mereka tidak me­nyimpang ke jalur pornografi lol," usul akun @rifkimasmuri.

"Percuma kominfo beli sensor 200 milyar, duit segitu mending buat bantu akses internet di desa2," ujar akun @riannegrozt.

Menkominfo Rudiantara mem­bantah bila mesin sensor ini nantinya tidak ampuh memberantas konten porno. Pria yang akrab disapa Chief RA ini menjelaskan, mesin sensor akan mengetahui bahwa sebuah situs mengandung banyak konten pornografi.

Jadi tanpa harus menunggu lapo­ran masyarakat dapat langsung menyensor. "Apakah efektif? Tentu iya dong. Kan selama ini kita masih manual. Mengandalkan peranan masyarakat," katanya.

Menkominfo pun mengatakan mesin sensor internet ini tidak hanya me­nangkal konten pornografi. Pihaknya akan menggunakan mesin itu untuk menghalau hoax yang bertebaran di dunia maya. "Semua yang melanggar UU ITE," tegas Menkominfo.

Akun @shahadah76 curiga, mesin sensor internet ini bakal digunakan untuk membungkam medsos yang kerap.mengkritik pemerintah. "Sensor buat brangus pengkritik penguasa.. ketidakadilan ketimpangan hukum akan terus terjadi!" cuitnya.

"Mesin sensor internet? Buat membungkam suara2 kritis sih pasti­nya... Liat aja nanti..," kata akun @ BoengParno.

"Mesin sensor buat menangkal suara kritis dan meloloskan hoax2 kdustaan..," timpal akun @jack­reachernocx

Semuel Abrijani membantah ke­curigaan warganet. Dia menegas­kan, mesin sensor yang diadakan Kominfo tidak memiliki spesifikasi Deep Packet Inspection (DPI). "Ini bukan sistem yang digosipin seperti di luar-luar yang ada DPI, tidak. Kita tidak membeli sistem DPI," terang Semuel.

"Ini bukan rocket science. Kita mau bikin mesin crawling content atau website. Dulu itu manual di mana orang-orang harus buka satu per satu website, sekarang jadi lebih cepat dan efektif," sebutnya.

Bila ada akun yang menyebar­kan konten negatif, Kominfo akan segera memberi informasi kepada mereka agar menurunkan konten tersebut. "Menyangkut media sosial, kita akan koordinasi. Kalau ada yang melanggar perundang-undangan, contohnya ada di Facebook, kita kasih tahu Facebook untuk men-take down, kalau tidak berarti mereka ikut serta," ungkapnya.

Akun @soleha_suharto mengaku pada prinsipnya setuju dengan pembelian mesin sensor internet. "Kalau memang bisa ya beli lah asal se­muanya jelas anggarannya dan pakai sebagaimana mestinya," katanya.

"Maaantap. Semoga konten2 in­ternet indonesia bisa lebih bermutu dan bermartabat," kicau akun @ mfaizal_arief.

"Mantap, klo bisa scanning konten porno bisa utk scanning konten kata SARA dan lainnya. mantappp pak menteri josss," ujar akun @ knownasfake. ***
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Oentoek Padoeka Jang Moelja

Oentoek Padoeka Jang Moelja

, 22 OKTOBER 2017 , 09:00:00

Kodam XVII/Cenderawasih Terima Piagam MURI

Kodam XVII/Cenderawasih Terima Piagam MURI

, 21 OKTOBER 2017 , 09:00:00

Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Kritisi Jokowi-JK

Kritisi Jokowi-JK

, 21 OKTOBER 2017 , 05:01:00

Tumpeng Ulang Tahun

Tumpeng Ulang Tahun

, 21 OKTOBER 2017 , 02:25:00