Korupsi KTP-el, Hakim John: Saya Pribadi Berharap Semua Terungkap

 SABTU, 14 OKTOBER 2017 , 01:37:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

Korupsi KTP-el, Hakim John: Saya Pribadi Berharap Semua Terungkap

John Halasan Butarbutar/Net

RMOL. Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, John Halasan Butarbutar geram dengan kesaksian kakak Andi Agustinus alias Andi Narogong, Dedi Priyono.
Hakim John yang memimpin perkara korupsi proyek pengadaan KTP elektronik (KTP-el) menilai jawaban Dedi mengambang dan tidak menjawab pokok permasalahan.

Awalnya, Hakim John menanyakan posisi Andi yang bisa mengundang seluruh pihak yang terlibat dalam proyek pengadaan KTP-el di Ruko Fatmawati. Sebab dari sana jugalah terbentuk perusahaan yang masuk dalam konsursium proyek senilai Rp5,9 triliun itu.

Menurut Dedi, Adiknya hanya memberikan fasilitas dengan imbalan, Andi ikut dilibatkan dalam proyek tersebut.

"Pak Andi punya inisiatif kalau dia jadi tuan rumah pasti mungkin dia bakal diajak. Itu aja tujuannya sebenarnya yang mulia,"  ujar Dedi saat menjadi saksi di Pengadilan Tipokor, Jakarta, Jumat (13/10).

Dedi menambahkan, kehadiran pihak konsorsium bukan atas undangan Andi melainkan adanya sebuah kesepakatan jika Andi memberikan tempat maka Andi ikut terlibat dalam proyek yang berujung merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun itu.

"Ya udah adain di tempat saya, dengan tujuan (Andi) diajak. Kita sebagai tuan rumah hanya melayani dengan baik Yang Mulia. Sebagai yang menginginkan ikut tender," imbuhnya.

Tak puas dengan jawaban Dedi, Hakim John kembali mencecar Dedi dengan sejumlah pertanyaan. Seperti, kepentingan Andi Narogong yang bersedia menjadi tuan rumah, padahal Andi sama sekali belum mendapatkan proyek tersebut.

Menurut Hakim John sangat sulit dipercaya jika seseorang memberikan fasilitas namun belum mendapatkan pekerjaan dalam proyek pengadaan KTP-el.

"Agak sulit diterima akal sehat. Ada orang yang berharap diberi pekerjaan dan mengundang orang yang kita harapkan memberi pekerjaan. Ini kan lucu. Wajar mungkin kalau orang yang akan beri pekerjaan undang orang yang akan diberi pekerjaan, Ini aneh. Gimana?" ungkap Hakim John.

"Kan meyediakan tempat proyek itu belum ada. Tapi kita minimal jadi tuan rumah, dapat balasan diajaklah begitu yang mulia," timpal Dedi.

Hakim John langsung memotong lantaran tak puas dengan pernyataan Dedi.  Menurutnya, pernyataan Dedi tidak menjawab pertanyaan yang diajukan. Hakim John juga mengingatkan agara Dedi memberikan keterangan yang benar dipersidangan.

"Ini jawaban tidak ada yang tuntas, ngambang semua. Mudah-mudahan nanti semua, penegak hukum yang terkait dengan perkara ini semakin teliti, semakin hati-hati. Saya secara pribadi berharap semua terungkap," ujarnya. [nes]


Komentar Pembaca
Jokowi Gagal Bangun Politik Kebangsaan

Jokowi Gagal Bangun Politik Kebangsaan

, 18 JANUARI 2018 , 19:00:00

KPU Tetap Lakukan Verifikasi Faktual

KPU Tetap Lakukan Verifikasi Faktual

, 18 JANUARI 2018 , 17:00:00

Sabam Sirait Dilantik

Sabam Sirait Dilantik

, 15 JANUARI 2018 , 16:34:00

Pelantikan KSAU Baru

Pelantikan KSAU Baru

, 18 JANUARI 2018 , 01:04:00

Minta OSO Pidato Di HPN

Minta OSO Pidato Di HPN

, 16 JANUARI 2018 , 18:15:00