Dahnil: Dugaan Kasus Impor Daging Sapi Harus Diusut

Hukum  SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 15:52:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dahnil: Dugaan Kasus Impor Daging Sapi Harus Diusut

Dahnil Anzar Simanjuntak/Net

Catatan Redaksi: Isi dan judul berita ini telah diedit karena ditemukan ketidakakuratan informasi dalam berita sebelumnya. Redaksi mohon maaf atas kesalahan yang terjadi, dan akan mengambil tindakan tegas untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan.
RMOL. Bukti kasus suap impor daging sapi yang diduga dirusak oleh dua penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) asal Polri menjadi sorotan publik.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Azhar Simanjuntak mendesak KPK untuk mengusut dugaan perusakan barang bukti ini secara hukum.

"Menghilangkan barang bukti kan sudah jelas tindak pidana ya, jadi harus diusut secara pidana," ungkap Dahnil saat dihubungi wartawan, Senin (6/11).

Meski demikian, Dahnil mengaku tidak tahu menahu mengenai keterlibatan Tito dalam dugaan aliran dana suap impor sapi tersebut. Pun begitu, Dahnil tetap meminta dugaan tersebut tetap diusut

"Kalau ada tindak pidana, siapapun yang terlibat harus dipanggil," sambung Dahnil.

KPK telah mengembalikan dua penyidik kepada kepolisian, yaitu AKBP Roland Rinaldy dan Kompol Harun kepada Polri lantaran keduanya diduga menghapus nama petinggi kepolisian yang menerima aliran suap kasus impor daging sapi, dalam dokumen yang diperoleh KPK.

Adapun dalam kasus ini, mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar dan Dirut PT Impexindo, Basuki Hariman telah divonis bersalah oleh pengadilan. [nes]


Komentar Pembaca
Darmin Nasution Ngeles Terus!

Darmin Nasution Ngeles Terus!

, 12 DESEMBER 2017 , 19:00:00

Istri Panglima Hadi Bukan Tionghoa

Istri Panglima Hadi Bukan Tionghoa

, 12 DESEMBER 2017 , 15:00:00

Nekat Terobos Busway

Nekat Terobos Busway

, 10 DESEMBER 2017 , 00:42:00

Membaca <i>Moeslim Choice</i>

Membaca Moeslim Choice

, 10 DESEMBER 2017 , 11:37:00

Aktivis Komtak Dukung Palestina

Aktivis Komtak Dukung Palestina

, 10 DESEMBER 2017 , 11:15:00