Sengketa JGC Dibalikin Ke BANI, Penggugat: Ini Putusan Hakim Tidak Masuk Akal

 JUM'AT, 24 NOVEMBER 2017 , 12:24:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Sengketa JGC <i>Dibalikin</i> Ke BANI, Penggugat: Ini Putusan Hakim Tidak Masuk Akal

Foto: Dok

RMOL. Sidang gugatan kontraktor perumahan Jakarta Garden City (JGC), Erwin yang ditunda pekan lalu, akhirnya dilanjutkan dengan agenda putusan sela di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (23/11).
Dalam pembacaan putusannya, majelis hakim pimpinan Nelson mengembalikan gugatan sengketa antara Erwin dan JGC ke Badan Administrasi Negara Indonesia, (BANI). Hakim menilai, dalam perjanjian kerja antara JGC dan Erwin dinyatakan setiap perselisihan diselesaikan di BANI.

Keputusan majelis hakim ini membuat pihak penggugat kaget.

"Ini putusan yang tidak masuk akal dan mencurigakan, ada indikasi hakim masuk angin," ujar Fivi selaku penggugat sambil menahan isak tangis.

Banyak kalangan berharap dengan menyelesaikan perkara di BANI akan mendapatkan jalan keluar yang terbaik. Tapi dari pengalamnnya penyelesaikan perkara di BANI tidak selalu win-win solution.  

"Memang, bagi perusahaan yang  bersengketa, dapat dicapai suatu putusan yang memberikan kepastian hukum ketika timbul dispute karena perbedaan penafsiran," terangnya.

Pihaknya bersikukuh langkah paling tepat dan adil menyelesaikan sengketa dengan Direktur JGC, Sami Meittinen melalui peradilan umum. "Karena saya diputus kontrak sepihak oleh JGC dan pekerjaan saya pada progres ketiga (25 Oktober 2016) hingga gugatan saya layangkan ke PN Jakarta Timur, JGC tidak membayar pekerjaan saya," beber Erwin.

Erwin menekankan, gugatannya terhadap JGC bukan lantaran adanya perselisihan perjanjian, tapi pekerjaan yang tidak dibayarkan. "Mengapa hakim tidak mau mempertimbangkan gugatan saya," protes Erwin.

Lebih jauh menurut Erwin, JGC tidak patuh terhadap perjanjian yang sudah disepakati dengan kontraktor, dalam hal pembayaran proyek. Dalam perjanjian tersebut, JGC harus membayar Erwin pada setiap 30 hari kerja, namun kenyataannya di hari ke 45.

Erwin juga mengemukakan bahwa rumahnya sempat dikepung oleh tukang dan kuli bangunan menuntut upah mereka. Bahkan akibat pemutusan kontrak sepihak ini, ia mengalami depresi luar biasa, kerugian materil dan imateril. Menurut Erwin, tidak hanya dirinya yang diperlakukan seenaknya oleh JGC.

"Banyak kontraktor diputus kontrak dengan kesalahan yang seolah dibuat - buat," cetus Erwin.

Ia kini hanya menghela nafas panjang dan tidak harus berbuat apalagi pasca putusan sela majelis hakim PN Jaktim yang melimpahkan perkara nomor 150/PDT ke BANI.[wid]

Komentar Pembaca
Jokowi Gagal Bangun Politik Kebangsaan

Jokowi Gagal Bangun Politik Kebangsaan

, 18 JANUARI 2018 , 19:00:00

KPU Tetap Lakukan Verifikasi Faktual

KPU Tetap Lakukan Verifikasi Faktual

, 18 JANUARI 2018 , 17:00:00

Sabam Sirait Dilantik

Sabam Sirait Dilantik

, 15 JANUARI 2018 , 16:34:00

Pelantikan KSAU Baru

Pelantikan KSAU Baru

, 18 JANUARI 2018 , 01:04:00

Minta OSO Pidato Di HPN

Minta OSO Pidato Di HPN

, 16 JANUARI 2018 , 18:15:00