Hanura

Kakek Renta Ini Tuntut Keadilan Dalam Kasus Tanah Kosambi Di PN Tangerang

 RABU, 13 DESEMBER 2017 , 17:18:00 WIB | LAPORAN:

Kakek Renta Ini Tuntut Keadilan Dalam Kasus Tanah Kosambi Di PN Tangerang

Sidang PN Tangerang/RMOL

RMOL. Datang dari Pontianak, Kalimantan Barat, lelaki renta ini hadir di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang. Pria yang merupakan pengusaha onderdil itu bernama Adipurna Sukarti. Dia memberikan kesaksian karena dicurangi sejumlah kolega bisnisnya di perusahaan PT Salembaran Jati Mulya, Kosambi, Kabupaten Tangerang.
Uang Rp 8,15 milyar yang diinvestasikan sebagai modal bisnis di tahun 1999, melayang dan tak kunjung mendapat keadilan hukum.

"Saya berharap keadilan benar-benar ditegakan oleh Jaksa dan Hakim. Saya mencoba mengetuk hati nurani mereka agar yang benar tetap lah benar. Dan yang salah tetap lah salah. Sehingga keadilan bisa dirasakan bagi siapa saja yg merasa dirugikan," ujar Adipurna di PN Tangerang, Rabu (13/12).

Adipurna melaporkan kerugian dan kecurangan ini pada tahun 2012, namun laporannya di berhentikan (SP3) dua kali, oleh Bareskrim Mabes Polri. Pasal 374 KUHP penipuan dan penggelapan rupanya masih kurang ampuh untuk menjebloskan Suryadi Wongso dan Yusuf Ngadiman ke penjara.

Secercah harapan muncul, saat Adipurna Sukarti kembali melaporkan dua kolega bisnisnya itu atas dugaan pemalsuan Akta Autentik. Sidang kembali digelar sejak akhir Agustus 2017 lalu.

Sejumlah saksi ahli, notaris yang membuat Akta, serta dua terdakwa sudah memberikan kesaksiannya. Jaksa Penuntut Umum, Marolop Hamonangan di setiap persidangan sangat yakin Yusuf Ngadiman dan Suryadi Wongso telah memberikan keterangan palsu.

Keduanya memberikan keterangan tidak sesuai, saat membuat Akta Autentik. Keduanya dijerat pasal 266 ayat 1 KUHP Juncto pasal 55 ayat 1 KUHP.

Fakta sidang lainnya terbongkar, saat pemeriksaan kedua terdakwa di persidangan. Suryadi Wongso mengakui, memang tidak ada koordinasi dengan Adipurna Sukarti saat pembuatan Akta Autentik tersebut. Dipersidangan terakhir, kedua terdakwa saling tuding siapa otak di balik pemalsuan Akta Autentik ini. Suryadi Wongso malah menyebut otak dari kasus ini adalah Yusuf Ngadiman.

Berbeda dengan Adipurna Sukarti yang bertahan hidup dari sisa hartanya di masa muda, Yusuf Ngadiman dan Suryadi Wongso seakan tidak terganggu dengan kasus yang sedang membelitnya. Keduanya justru merilis di berbagai media rencana besar dalam melebarkan sayap bisnis E-Commerce. [san]

Komentar Pembaca
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

, 22 JUNI 2018 , 11:00:00

Rachmawati: Ada Deal Politik Di SP3 Kasus Sukma
Salat Id Di Lebanon Selatan

Salat Id Di Lebanon Selatan

, 16 JUNI 2018 , 22:13:00

Liburan Di Monas

Liburan Di Monas

, 16 JUNI 2018 , 14:40:00

<i>Open House</i> Ketua Majelis Syuro PKS

Open House Ketua Majelis Syuro PKS

, 16 JUNI 2018 , 16:48:00