Hanura

Ditipu, Pengacara Laporkan Kliennya Ke Polda Metro

 RABU, 10 JANUARI 2018 , 22:26:00 WIB | LAPORAN: WAHYU SABDA KUNCAHYO

Ditipu, Pengacara Laporkan Kliennya Ke Polda Metro

Net

RMOL. Advokat dan konsultan hukum dari BNP Law Firm Bambang Siswanto melaporkan klienya bernama Gunarko Papan ke Polda Metro Jaya, Selasa kemarin (9/1).
Laporan terkait dugaan penipuan dengan melakukan sesuatu tindakan hukum tanpa sepengetahuan.

"Gunarko telah melakukan penipuan dengan cara berdamai dengan perseteru hukumnya tanpa sepengetahuan kami selaku advokatnya. Padahal kami sudah melakukan pendampingan hukum, baik dalam pelaporan di kepolisian maupun gugatan perdata di pengadilan negeri," jelas Bambang di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/1).

Dia menjelaskan, dengan laporan polisi LP/138/2018/PMJ/Dit.Reskrimum, pihaknya secara hukum telah resmi melaporkan Gunarko Papan yang menyertakan dua saksi yakni Bahasili Papan dan Sonang Manulang. Menurut Bambang, pihaknya mengenakan dugaan atas pelanggaran pasal 378 KUHP junto pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan atau Penggelapan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Bambang mengatakan, Gunarko diduga telah melakukan tindak pidana penipuan karena sebelumnya pihaknya dengan klien tersebut telah menyepakati pembagian success fee apabila terdapat kompensasi yang diberikan pihak lawan atas penyelesaian perkara, baik di dalam maupun luar pengadilan.

Sementara perdamaian tersebut telah memerintahkan Gunarko untuk mencabut seluruh laporan polisi dan gugatan perdata dengan pemberian suatu kompensasi. Namun demikian, hingga saat ini Gunarko tidak pernah memberitahu dan memberikan klarifikasi kepada para advokat yang selama ini menjadi kuasa hukumnya perihal perdamaian tersebut.

Bambang juga telah mengundang Gunarko untuk musyawarah namun tidak digubris. Selain itu, surat somasi tertulis sebanyak dua kali dan pemberitahuan via pesan singkat juga dilayangkan tetapi tidak mendapatkan respons. Menurutnya, hal itu merupakan praktik curang dan suatu kejahatan dengan cara menggunakan jasa advokat untuk mendapatkan sejumlah uang akan tetapi tidak melaksanakan pembagian succes fee alias komisi.

"Padahal kami dan rekan sejawat telah memberikan kinerja dan praktik hukum terbaik. Hingga pihak lawan menyerah dan berdamai," imbuhnya.

Untuk diketahui, Perjanjian Perdamaian (Dading) Nomor 8 tanggal 5/12/2017 dibuat oleh Sukawaty Sumadi, notaris di Jakarta antara Gunarko Papan dengan pihak lawan yakni Mutiara Papan, Siaulli Papan, Mirawati Papan, PT PDP, dan PT DS mengenai perkara hukum.

Perkara antara Gunarko dengan pihak lawan yang terjadi medioa 2014 tersebut antara lain mengenai dugaan tindak pidana penggelapan penjualan tanah milik Gunarko kepada PT VCI oleh Mutiara Papan, Siaully Papan. Serta dugaan perbuatan melawan hukum PT PDP yang tidak pernah memberikan laporan keuangan kepada Gunarko selaku pemegang saham. [wah]


Komentar Pembaca
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

, 22 JUNI 2018 , 11:00:00

Rachmawati: Ada Deal Politik Di SP3 Kasus Sukma
Salat Id Di Lebanon Selatan

Salat Id Di Lebanon Selatan

, 16 JUNI 2018 , 22:13:00

Liburan Di Monas

Liburan Di Monas

, 16 JUNI 2018 , 14:40:00

<i>Open House</i> Ketua Majelis Syuro PKS

Open House Ketua Majelis Syuro PKS

, 16 JUNI 2018 , 16:48:00