Hanura

KPK Garap GM Hutama Karya

 RABU, 24 JANUARI 2018 , 10:50:00 WIB | LAPORAN: SAMRUT LELLOLSIMA

KPK Garap GM Hutama Karya

Ilustrasi/Net

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan General Manager PT Hutama Karya Bambang Mustaqim.
Dia bakal digarap guna melengkapi berkas perkara dugaan pencucian uang Bupati nonaktif Kutai Kartanegara Rita Widyasari.

"Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RIW (Rita Widyasari)," kata Jurubicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (24/1).

Bambang merupakan tersangka korupsi proyek pembangunan gedung kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Riau, yang disinyalir merugikan negara sekitar Rp 34 miliar. Belum diketahui kaitan Bambang dengan Rita dalam kasus cuci uang ini.

Selain Bambang, penyidik KPK juga memanggil pengurus PT Gunakarya Nusantara, Salim; pengurus PT Taman Sari Abadi, Wondo; pengurus PT Aset Prima Tama, Agus.

Kemudian pengurus PT Budi Indah Mulia Mandiri, Budi; pengurus PT Yasa Patria Perkasa, Ipung; pengurus PT Wijaya Karya cabang Samarinda, Bambang;  pengurus PT Budi Bakti Prima, Budi; dan pengurus PT Karyatama Nagasari, Yakob.

"Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RIW," jelas Febri.

KPK, kata dia, saat ini tengah memetakan kekayaan Rita, yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Timur. Penyidik KPK, lanjutnya akan mendalami penggunaan kekayaan yang diduga dari hasil gratifikasi tersebut.

"Prinsipnya karena ini penyidikan TPPU, maka tentu pemetaan kekayaan dan aset  menjadi satu hal yang tentu menjadi fokus KPK," demikian Febri.

Rita telah ditetapkan sebagai tersangka suap, gratifikasi serta pencucian uang. Dalam kasus TPPU, Rita bersama Komisaris PT Media Bangun Bersama Khairudin ditenggarai menyamarkan hasil korupsi dan gratifikasi selama menjadi bupati sejak 2010 lalu sebesar Rp 436 miliar.

Sementara, dalam kasus suap, Rita dan Khairudin ditetapkan sebagai tersangka bersama Direktur Utama PT Sawit Golden Prima, Hery Susanto Gun alias Abun.

Rita diduga menerima suap sebesar Rp 6 miliar dari Abun terkait pemberian izin operasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit PT Sawit Golden Prima di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman.

Sedangkan, untuk kasus dugaan gratifikasi, Rita bersama Khairudin diduga menerima uang sekitar Rp 6,97 miliar terkait dengan sejumlah proyek di Kabupaten Kukar.

KPK juga sudah melakukan penyitaan terhadap sejumlah aset Rita, mulai dari mobil Toyota Vellfire, Ford Everest, dan Land Cruiser hingga dua unit apartemen di Balikpapan, Kalimantan Timur.[wid]

Komentar Pembaca
Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

, 23 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

KPK Berani Periksa Puan?

KPK Berani Periksa Puan?

, 23 FEBRUARI 2018 , 09:00:00

SBY Lantik AHY

SBY Lantik AHY

, 18 FEBRUARI 2018 , 00:31:00

Yang Lolos Dan Tak Lolos

Yang Lolos Dan Tak Lolos

, 18 FEBRUARI 2018 , 01:23:00

Jokowi Ke Mana?

Jokowi Ke Mana?

, 22 FEBRUARI 2018 , 13:11:00