Hanura

Fredrich Menolak Disidangkan, KPK Tetap Siapkan Dakwaan

 JUM'AT, 02 FEBRUARI 2018 , 02:17:00 WIB | LAPORAN: YANTI MARBUN

Fredrich Menolak Disidangkan, KPK Tetap Siapkan Dakwaan

Foto/Net

RMOL Mantan Pengacara Setya Novanto (Setnov), Fredrich Yunadi menolak untuk maju ke persidangan setelah KPK merampungkan berkas penyidikan dugaan menghalangi atau merintangi penyidikan perkara korupsi e-KTP.
Jurubicara KPK Febri Diansyah menjelaskan penolakan Fredrich diketahui setelah penyidik KPK mendapatkan surat dari kuasa hukum Fredrich melalui pangawal tahanan.

Sejatinya Fredrich dijadwalkan penyidik untuk menandatangani pelimpahan tersangka, berkas, dan barang bukti ke penuntutan. Numun Fredrich menolak hadir dengan memberikan surat kepada pengawal tahanan.

Meski menyatakan penolakan terhadap pelimpahan berkas, Febri mengingatkan bahwa pelimpahan tahap dua tidak mensyaratkan persetujuan dari tersangka sehingga proses tetap dilakukan.

Keberatan Fredrich sambung Febri akan dituangkan dalam berita acara pelimpahan.

"Hari ini KPK melakukan pelimpahan tahap II terhadap tersangka FY (Fredrich Yunadi). Selanjutnya, KPK akan mempersiapkan dakwaan dan menyerahkan berkas ke pengadilan untuk menunggu proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta," ucap Febri di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (1/2).

Fredrich Yunadi ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta, Bimanesh Sutarjo. Keduanya ditetapkan tersangka terkait dugaan menghalangi proses penyidikan perkara korupsi e-KTP, dengan tersangka Setnov.

Diduga, ada skenario jahat yang dilakukan oleh Fredrich Yunadi dan Dokter Bimanesh untuk mengamankan Setnov pada saat mantan Ketua DPR RI tersebut menjadi buronan KPK atas kasus dugaan korupsi e-KTP yang menyeretnya.

Atas perbuatannya, Fredrich dan Bimaesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncho Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. [nes]

Komentar Pembaca
Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

, 23 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

KPK Berani Periksa Puan?

KPK Berani Periksa Puan?

, 23 FEBRUARI 2018 , 09:00:00

SBY Lantik AHY

SBY Lantik AHY

, 18 FEBRUARI 2018 , 00:31:00

Yang Lolos Dan Tak Lolos

Yang Lolos Dan Tak Lolos

, 18 FEBRUARI 2018 , 01:23:00

Jokowi Ke Mana?

Jokowi Ke Mana?

, 22 FEBRUARI 2018 , 13:11:00