Hanura

Usut Tuntas Kasus TKW Adelina

 SELASA, 13 FEBRUARI 2018 , 00:27:00 WIB | LAPORAN: UJANG SUNDA

Usut Tuntas Kasus TKW Adelina

Net

RMOL. Anggota Komisi IX DPR RI Muhammad Iqbal sedih mendengar kabar Adelina (21), seorang TKW asal Medan yang bekerja di Malaysia meninggal dunia secara mengenaskan akibat dugaan dianiaya majikan.
Lebih sedih karena Adelina kabarnya selama dua bulan terakhir tidur di teras rumah majikannya ditemani seekor anjing jenis Rottweiler.

"Kasihan ya. Tentu kita merasa prihatin atas apa yang menimpa pekerja migran kita Adelina," ucap politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu di Jakarta, Senin (12/2).

Menurut Iqbal, tindakan majikan tersebut jelas tidak manusiawi. Sebab, tidak dibenarkan seorang majikan membiarkan apalagi menyuruh pegawainya tidur di teras dan ditemani anjing. Terlebih, dikabarkan bahwa tubuh Adelina juga penuh dengan luka bakar.

"Saya meminta Pemerintah Indonesia mengawal kasus ini agar pelaku bisa dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku di Malaysia. Dengan begitu, ada efek jera bagi para majikan di sana sehingga tidak semena-mena dalam memperlakukan pekerja migran kita," ujarnya.

Sebelum Adelina meninggal dunia, majikan tersebut memang berinisiatif untuk menyerahkannya ke polisi. Namun, hal tersebut tidak boleh menggugurkan hukuman bagi majikan itu.

"Saya berharap, walaupun Adelina sudah meninggal dunia, proses hukum harus tetap berjalan," kata Iqbal.

Adelina meninggal dunia pada Minggu (11/2) pukul 16.45 waktu Malaysia saat menjalani perawatan medis di RS Bukit Mertajam. KJRI Penang telah mendatangi rumah sakit dan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang setempat.

Kabar mengenai Adelina sering tidur diteras ditemani anjing diberitakan media lokal Malaysia, freemalaysiatoday dan Kantor Berita Bernama. Disebutkan, beberapa tetangga majikan Adelina di Taman Kota Permai, Bukit Mertajam, Malaysia, kerap melihat Adelina tidur di beranda rumah. Sejumlah media lokal Malaysia melaporkan Adelina meninggal setelah dianiaya dan disiksa majikannya.

Sewaktu didatangi tetangga, Adelina disebut enggan berbicara kepada siapapun yang menyapanya. Saat asisten anggota parlemen Steven Sim mendatanginya, Adelina juga tidak mau menceritakan yang dialaminya.

Kepala Kepolisian Central Seberang Prai Nik Ros Azhan Nik Abdul Hamid menyebut Adelina akhirnya dibawa ke kantor polisi oleh majikannya. Tapi, saat itu Adelina takut berbicara. Dari kantor polisi, dia dibawa ke rumah sakit untuk dirawat.

"Upaya untuk mencatat keterangan darinya tidak berhasil karena dia masih ketakutan. Kami membawanya ke Rumah Sakit Bukit Mertajam, di sana dia akhirnya meninggal dunia," kata Nik Ros.

Kesimpulan soal penyebab kematian Adelina masih menunggu hasil post mortem. Namun, majikan Adelina dan saudara laki-lakinya kini ditahan polisi. Nik Ros menyatakan, kasus itu diselidiki sebagai pidana pembunuhan. [wah]


Komentar Pembaca
Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

, 23 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

KPK Berani Periksa Puan?

KPK Berani Periksa Puan?

, 23 FEBRUARI 2018 , 09:00:00

SBY Lantik AHY

SBY Lantik AHY

, 18 FEBRUARI 2018 , 00:31:00

Yang Lolos Dan Tak Lolos

Yang Lolos Dan Tak Lolos

, 18 FEBRUARI 2018 , 01:23:00

Jokowi Ke Mana?

Jokowi Ke Mana?

, 22 FEBRUARI 2018 , 13:11:00