Hanura

Aditya dan Sudiwardono Janjian Mau 'Pengajian', Ujungnya Keciduk OTT KPK

 SABTU, 07 OKTOBER 2017 , 22:22:00 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Aditya dan Sudiwardono Janjian Mau 'Pengajian', Ujungnya Keciduk OTT KPK

Aditya Anugrah Moha/net

RMOL. Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Sulawesi Utara, Sudiwardono (SWD) dan Anggota Komisi XI DPR Aditya Anugrah Moha (AAM) menggunakan kode 'pengajian' untuk menyamarkan upaya pemberian suap dalam mempengaruhi putusan terdakwa korupsi Marlina Moha Siahaan.
Hal ini diketahui saat kedunya menjaladi pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, pasca Operasi Tangkap Tangan pada Jumat (6/10).

"Mereka menggunakan kode pengajian, jadi kodenya pengajian kapan dan dimana. Ini jarang digunakan," ujar Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (7/10).

Syarif menjelaskan, keduanya dicokok dalam operasi tangkap tangan disebuah hotel di kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat, Jumat (7/10). Aditya sengaja memesankan sebuah kamar hotel kepada Sudiwardono.

"Setelah kembali dari acara makan malam, keluarga SWD tiba di hotel tempat menginap. Diindaksikan tempat penyerahan uang di pintu darurat hotel yang dipesan Aditya," ujar Syarif

Syarif menambahkan, setelah transaksi, tim mengamankan Aditya di lobi hotel dan selanjutnya diminta untuk menunjukan kamar hotel Sudiwardono.

"Di kamar hotel tim menyita 30 ribu dolar singapura dalam amplop putih dan 23 ribu dolar singapura dalam amplop cokelat. Di amplop cokelat sisa pemberian sebelumnya pada agustus 2017 diserahkan 60 ribu dolar singapura dari AMM di manado," ujar Syarif

Atas Perbuatannya, Sudiwardono disangkakan ‎melanggar Pasal 12 huruf c, atau Pasal 12 huruf a atau huruf b, atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Aditya Moha disangkakan melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 ‎tentang Pemberantasan Tipikor, sebagaimana diubah dalam UU nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. [nes]

Komentar Pembaca
Pecat Anak Buah Surya Paloh!

Pecat Anak Buah Surya Paloh!

, 24 SEPTEMBER 2018 , 19:00:00

Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

, 24 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:17:00

Cium Tangan Kiai

Cium Tangan Kiai

, 21 SEPTEMBER 2018 , 22:41:00

Antri Tanda Tangan

Antri Tanda Tangan

, 18 SEPTEMBER 2018 , 03:45:00

Djoko Santoso: Kami Hormati Pilihan Pak Gatot Nurmantyo
Ketika Kiai Ma'ruf Amin Digoyang Penyanyi Dangdut, Warganet Istighfar<i>!</i>
KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

Politik17 September 2018 07:25

Elemen Muda 212 Tolak Keputusan GNPF Ulama Yang Mendukung Prabowo-Sandi
Golkar: Kedok <i>#2019GantiPresiden</i> Sekarang Terbuka
Gatot Nurmantyo Faktor Penentu Kemenangan Pilpres
Hari Tani Nasional Dan Prakarsa Desa

Hari Tani Nasional Dan Prakarsa Desa

Suara Publik25 September 2018 05:46

Prajurit TNI-Polri Tidak Boleh Terbawa Arus Isu Pemilu
Pemuda Tani HKTI Bertekad Lahirkan Santri Tani

Pemuda Tani HKTI Bertekad Lahirkan Santri Tani

Nusantara25 September 2018 05:11

Antara Etika Dan Strategi Politik

Antara Etika Dan Strategi Politik

Suara Publik25 September 2018 04:45