Hanura

Guru Honorer Sodomi Anak, Sekolah Dan Orang Tua Harus Lebih Waspada

 MINGGU, 07 JANUARI 2018 , 05:36:00 WIB | LAPORAN:

WS alias Babeh/net

RMOL. WS alias Babeh, pelaku sodomi di Tangerang, Banten harus dihukum berat.
Demikian disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Sabtu (6/1).

"Kami kecewa terhadap kasus sodomi yang dilakukan seorang guru terhadap anak-anak. Saya meminta agar aparat penegak hukum memberikan hukuman yang berat sesuai tindakan tersangka," tegas Yohana.

Selain itu, Yohana juga meminta agar orang tua dan wali murid untuk meningkatkan kepercayaan diri anak-anaknya dan mengawasi perubahan anak, serta menghimbau agar pihak sekolah lebih selektif memilih pengajar.

"Orang tua lebih peka terhadap perubahan pada anak. Selain itu, orang tua juga harus mampu meningkatkan kepercayaan diri pada anak tanpa bantuan orang pintar atau oknum-oknum yang bisa menjanjikan prestasi atau kemampuan diri," tambah Yohana.

Menteri Yohana juga berharap pihak sekolah atau madrasah lebih selektif memilih pengajar yang seharusnya menjadi pengganti orang tua di lingkungan pendidikan. Selain itu, sekolah juga mengawal para korban melalui trauma healing. Saat ini, kata Yohana para korban yang disodomi tersangka telah mendapatkan pemulihan trauma dan pendampingan dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Sebagaimana diberitakan, WS alias Babeh  pasrah digelandang polisi lantaran diketahui melakukan sodomi terhadap 25 anak di Kampung Sakem, Desa Tamiang, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang.

Menurut penuturan Babeh kepada polisi, dirinya mengaku memiliki ilmu yang membuat korbannya tertarik dan datang ke rumahnya.

"Tersangka bercerita kepada saya kalau Kedatangan anak-anak karena menganggap tersangka memiliki ajian semar mesem dan bisa mengobati orang sakit," ujar Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif.

Atas dasar itu, anak-anak kemudian mulai berdatangan ke rumahnya untuk meminta diberikan ajian tersebut. Babeh yang sehari-hari bekerja sebagai guru honorer SD di Rajeg, Tangerang ini juga mengaku semua perbuatan bejatnya dilakukan di gubug miliknya. [san]

Komentar Pembaca
Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

, 18 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Cakra 19 Untuk Jomin

Cakra 19 Untuk Jomin

, 12 AGUSTUS 2018 , 19:48:00

Sambut Kemeriahan Asian Games

Sambut Kemeriahan Asian Games

, 15 AGUSTUS 2018 , 04:34:00

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

, 17 AGUSTUS 2018 , 10:48:00