Hanura

Begini Kronologi KPK Temukan Uang Suap Walikota Kendari

 JUM'AT, 09 MARET 2018 , 23:46:00 WIB | LAPORAN: SWARA SETIA

Begini Kronologi KPK Temukan Uang Suap Walikota Kendari

Foto: RMOL

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan perkembangan penanganan dugaan suap Walikota Kendari Adriatma Dwi Putra dalam kasus pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkot Kendari tahun 2017 hingga 2018.
Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan mengungkapkan bahwa pihaknya telah menemukan lokasi uang sebesar Rp 2,8 miliar yang diduga disembunyikan atas perintah Adriatma.

"Tim KPK sejak saat itu terus mendalami dugaan suap tersebut. Melalui serangkaian kegiatan tim di lapangan dan atas informasi dari masyarakat dan organisasi masyarakat sipil di Kendari, tim berhasil menemukan lokasi disembunyikannya uang tersebut," ujarnya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (9/3)

Dirinya menuturkan kronologi sampai KPK dapat menemukan uang tersebut. Berawal dari penarikan uang sejumlah Rp 1,5 miliar dari Bank Mega di Kendari oleh staf PT. SBN pada hari Senin (26/2).

Kemudian uang tersebut dibawa ke sebuah tempat milik pengusaha HAS (Hasmun Hamzah) yang merupakan Direktur Utama PT SBN. HAS diduga menambahkan Rp 1,3 mlliar sehingga uang menjadi Rp 2,8 miliar dan mengemasnya dalam sebuah kardus.

Uang tersebut pada Senin malam (26/2) diserahkan kepada W untuk dibawa ke sebuah lapangan tempat yang telah disepakati antara HAS dengan ADR.

Di tempat yang disepakati tersebut W memindahkan kardus uang dari mobilnya ke mobil K yang menjadi perantara kedua. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WITA dengan lampu mobil yang dimatikan.

K kemudian membawa uang tersebut ke rumah l (orang dekat ADR) di Kendari. I yang sedang berada di Jakarta saat itu menghubungi S yang sedang berada di rumah dan meminta S untuk menerima kardus berisi uang tersebut.

K dan S kemudian mengganti kardus pembungkus uang tersebut dengan kardus lain dan memasukkan kardus berisi uang itu ke dalam kamar l.

"Atas perintah ADR, uang tersebut tetap disimpan di dalam kamar I hingga tim menemukannya pada Rabu (7/3) sekitar pukul 11.00 waktu setempat," tukasnya.

Tim KPK kemudian mengamankan uang pecahan Rp 50 ribu senilai total Rp 2.798.300.000 tersebut dan sebuah mobil yang digunakan K untuk membawa uang. Saat ini mobil disita dan dititipkan di Polda Sultra (Sulawesi Tenggara) untuk kebutuhan pembuktian dalam penanganan perkara. [ian]


Komentar Pembaca
Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi
Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

, 21 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:17:00