Hanura

Tuntutan Ditunda, Hakim Ingatkan Masa Tahanan Mau Habis

Perkara Korupsi Pejabat Sumbar

 SENIN, 14 MEI 2018 , 08:53:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tuntutan Ditunda, Hakim Ingatkan Masa Tahanan Mau Habis

Foto/Net

RMOL. Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang memutuskan sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Yusafni dilakukan pada Senin hari ini.
Pembacaan tuntutan terh­adap bekas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Barat, telah beberapa kali ditunda.

Terakhir, sidang pembacaan tuntutan dijadwalkan pada Jumat, 11 Mei 2018. Namun batal lantaran jaksa penuntut umum (JPU) belum siap.

"Mohon maaf majelis hakim, kami meminta sidang untuk ditunda, karena saat ini berkas tuntutan kami belum tuntas dan masih dalam pengerjaan. Kami minta Yang Mulia berkenan memberi waktu tambahan dan sehingga tuntutan bisa kami bacakan pada sidang berikut­nya Senin (14 Mei)," pinta JPU Rova Yovirstra pada sidang Jumat lalu.

Menanggapi permintaan JPU, majelis hakim yang diketuai Irwan Munir dengan anggota Very Desmarera dan Emria mengingatkan sidang perkara Yusafni harus sudah diputus pada 4 Juni 2018. Sebab masa penahanan terdakwa mau habis.

"Kami bukan membatasi persidangan cuma mengingat masa tahanan mau habis, karenamasih ada beberapa kali persidangan lagi. Nanti pen­gajuan pledoi juga memakan waktu," kata ketua majelis Irwan Munir.

Namun setelah berembug, majelis hakim mengabulkan permintaan JPU. Namun JPU diwanti-wanti agar tak lagi meminta penundaan. Terdakwa Yusafni dan penasihat hukumnya tak keberatan atas penundaan pembacaan tuntutan.

Dalam perkara ini, Yusafni selaku PPTK Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sumbar didak­wa melakukan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan infrastruktur 2012-2016.

Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Suprapto, Kepala Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sumbar, yang menyebab­kan kerugian negara Rp 62,5 miliar.

Selain didakwa korupsi, Yusafni juga diduga melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Ia menggunakan uang hasil korupsi untuk membeli sejumlah aset.

Dalam dakwaan dibeberkan, pada tahun 2013, Yusafni membeli satu unit excavatorCaterpilar atas nama CV Dhifa Trio Perdana, dan atas nama Irwan Syarif. Kemudian, mem­beli mobil Ford bernomor BA8427 BP atas nama Ellia Harmonis. Mobil VW Golf nomor BA6 YS atas nama Yusafni. Mobil Ford nomor BA8896 BP atas nama Yusafni, serta mobil Suzuki nomor BA8475 atas nama Ellia Harmonis. ***


Komentar Pembaca
Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

, 18 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Atraksi Kembang Api

Atraksi Kembang Api

, 19 AGUSTUS 2018 , 05:36:00

Cakra 19 Untuk Jomin

Cakra 19 Untuk Jomin

, 12 AGUSTUS 2018 , 19:48:00

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

, 17 AGUSTUS 2018 , 10:48:00