Hanura

Pengacara: Jihad Aman Berperang Di Suriah, Bukan Di Sini!

 JUM'AT, 18 MEI 2018 , 13:57:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

Pengacara: Jihad Aman Berperang Di Suriah, Bukan Di Sini<i>!</i>

Aman Abdurrahman/RMOL

RMOL. Tim kuasa hukum terdakwa kasus tindak pidana terorisme, Oman Rachman alias Aman Abdurrahman tidak terima kliennya dituntut pidana hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Asrudin Harjani selaku pengacara Oman menilai tuntutan hukuman maksimal JPU itu tidak bijaksana karena melenceng dari fakta persidangan yang lalu.

"Tidak ada satupun saksi atau bukti yang bisa menjerat atau ada kaitannya (Oman) dengan bom Thamrin, Kampung Melayu, Samarinda. Semuanya hanya dikait-kaitkan oleh JPU. Jadi itu intinya. Tidak ada kaitan antara Oman dengan bom-bom Thamrin, Kampung Melayu, dan Samarinda," tegasnya usai sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Jumat (18/5).

Untuk membantah semua tuduhan dan tuntutan itu, pihaknya akan membuat nota pembelaan alias pledoi.

"Langkah kami adalah membuat nota pembelaan yang sesuai fakta hukum yang terungkap di persidangan," jelasnya.

Sebagian isi pledoi Oman nanti, beber Asrudin, menjelaskan bahwa kliennya memang berpaham Daulah Islamiyah yang percaya konsep khilafah. Konsep ini pula disebarkan Oman melalui tausiah-tausiahnya.

"Yang dilakukan oleh Oman tentang khilafah ini dilakukan melalui media dimuat di media-media (sosial) tapi dia tidak pernah menganjurkan adanya amaliah. Dan dalam sidang juga terbukti semua saksi baik itu Abu Gar (Saiful Muhtohir) maupun saksi ahli Solahudin dari UI, semua menyatakan bahwa Oman bukanlah orang yang suka melakukan amaliyah karena itu bukan keahlinnya," urainya.

Asrudin menekankan, jihad yang dianjurkan Oman adalah berangkat dan ikut berperang ke Suriah, di mana kelompok ISIS berpusat.

"Dalam sidang Aman bilang dia nggak pernah nyuruh amaliah tapi dia nyuruh orang berangkat ke Suriah. Jihadnya di Suriah, bukan di sini," kata Asrudin.

Sekali lagi Asrudin menegaskan bahwa kliennya tidak pernah menganjurkan amaliyah syahid atau melakukan tindakan terorisme seperti yang dituduhkan.

"Itu yang bisa kita lihat dari fakta persidangan. Oleh karena itu kami katakan bahwa tuntutan JPU yang menuntut hukuman mati sangat tidak bijaksana," pungkasnya. [wid]



Komentar Pembaca
Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

, 18 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Cakra 19 Untuk Jomin

Cakra 19 Untuk Jomin

, 12 AGUSTUS 2018 , 19:48:00

Sambut Kemeriahan Asian Games

Sambut Kemeriahan Asian Games

, 15 AGUSTUS 2018 , 04:34:00

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

, 17 AGUSTUS 2018 , 10:48:00