Hanura

Menhan: Helikopter AW-101 Sebetulnya Untuk Presiden, Tapi Dialihkan

 KAMIS, 07 JUNI 2018 , 17:03:00 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Menhan: Helikopter AW-101 Sebetulnya Untuk Presiden, Tapi Dialihkan

Ryamizard Ryacudu (tengah)/RMOL

RMOL. Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu angkat suara terhadap polemik pembelian Helikopter Augusta Westland (AW)-101 milik TNI AU.
Penjelasan Ryamizard menjawab pernyataan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Agus Supriatna, yang menyebut pembelian itu tidak akan menjadi masalah jika Menhan dan mantan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo duduk bersama.

"Jadi begini, itu pesawat kan sebenarnya untuk pesawat kepresidenan, uangnya langsung ke Seskab, bukan ke saya," ujar Ryamizard di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/6).

Hanya saja, kata dia, Presiden Jokowi menolak usulan pembelian Heli AW-101 itu dengan alasan harganya terlalu mahal. Dalam proses itulah, dari TNI AU menginisiatif untuk mengalihkan pembelian itu menjadi alutsista.

"Presiden kan tidak mau karena mahal, saya pun tidak mau. Tapi dialihkan untuk alutsista TNI," terangnya.

Mantan KSAU, Agus Supriatna mengaku heran karena tidak ada satupun pihak KPK yang menanyakan permasalahan pembelian heli buatan Inggris-Italia tersebut selama dia menjabat.

Ia menjelaskan, dirinya bukan pihak yang membuat masalah ini muncul. Menurutnya, masalah ini tidak akan terjadi jika pembuat keputusan mengerti mekanisme anggaran APBN, mengerti Peraturan Menteri Pertahanan No 17/2011 serta Peraturan Panglima Nomor 23 Tahun 2012.

"Sebetulnya dari awal dulu saya tidak pernah mau bikin gaduh, mau bikin ribut permasalahan ini. Karena AW-101 ini harusnya teman-teman juga tahu. coba tanya kepada yang membuat masalah ini, tahu nggak UU APBN, tahu nggak mekanisme anggaran APBN itu seperti apa. Kalau tahu tidal mungkin melakukan hal ini," bebernya di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (6/6).

Meski tidak menyebutkan pihak-pihak yang membuat masalah, namun Agus meminta Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto duduk bersama menyelesaikan masalah ini.

"Kita pecahkan bersama dimana sebetulnya masalahnya itu. Begitu. Jangan masing-masing merasa hebat, merasa benar karena punya kekuasaan. Saya berharap, dengan siapa saya tidak tahu, kita duduk bersama, kita bicara blak-blakan," harap Agus. [fiq]

Komentar Pembaca
Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

, 18 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Cakra 19 Untuk Jomin

Cakra 19 Untuk Jomin

, 12 AGUSTUS 2018 , 19:48:00

Sambut Kemeriahan Asian Games

Sambut Kemeriahan Asian Games

, 15 AGUSTUS 2018 , 04:34:00

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

, 17 AGUSTUS 2018 , 10:48:00