Hanura

Kasus Politik Uang Pilkada Kerinci Diduga Gerus 25 Persen Dana Desa

 JUM'AT, 20 JULI 2018 , 07:44:00 WIB | LAPORAN:

Kasus Politik Uang Pilkada Kerinci Diduga Gerus 25 Persen Dana Desa

Foto: Net

RMOL. Dana Desa Kabupaten Kerinci, Jambi, diduga menjadi alat praktek money politics (politik uang) untuk anggaran Pemilihan Bupati (Pilbup) daerah tersebut.
Temuan ini merupakan hasil investigasi tim pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Monadi-Edison.

Azet Karya selaku kuasa hukum Monadi-Edison menuturkan, dugaan kecurangan ini dilakukan oleh pasangan petahana nomor urut 2, Adirozal-Ami Taher.

"Ada indikasi pemakaian Dana Desa. Dia menganggarkan Dana Desa Kabupaten Kerinci sebesar 25 persen (untuk Pilkada)," ujar Azet melalui siaran persnya, Jumat (20/7).

Anggaran DD ini, terang Azet, diduga menjadi alat politik uang untuk memenangkan paslon Adirozal-Ami Taher, duet pemenang Pilbup Kerinci 27 Juni lalu. Adirozal sendiri merupakan bupati Kerinci periode 2013-2018.

Azet juga telah menyiapkan sejumlah bukti berupa surat pernyataan dari warga yang disertai materai 6000. Dalam surat tersebut, warga diminta memilih paslon Adirozal-Ami Taher.

"Kami juga punya bukti surat pernyataan langsung dari masyarakat. Ada yang dikasih 100 ribu, ada yang lebih banyak. Temuan kami, ada surat pernyataan money politics, ada juga videonya," kata Ketua Tim Inve7stigasi yang dibentuk Monadi-Edison tersebut.

Sementara itu, anggota tim kuasa hukum Monadi-Edison lainnya, Ary Marpaung menyatakan bahwa kecurangan yang dilakukan Adirozal-Ami Taher, telah melibatkan sejumlah pejabat di daerah Kerinci.

"(Adirozal-Ami Taher) memberdayakan lurah-lurah untuk berkontribusi dalam Pilkada," jelas Ary.

Menurut Ary, pihaknya hanya menginginkan demokrasi di tanah air berjalan dengan baik. Serta, pilihan masyarakat tidak dimanipulasi oleh oknum-oknum tertentu.

"Agar kita tidak dibodohi dan mengetahui masalah dengan jernih serta pendidikan politik kita jadi lebih baik lagi," katanya.

Masalah ini yang jelas akan dilaporkan pihaknya ke Bawaslu. Pasalnya, laporan sebelumnya ke pihak berwajib tidak ditindaklanjuti.

"Sebelumnya kami sudah laporkan ke Polres kerinci. Tapi tidak ada tindak lanjutnya," tutupnya.

Dalam kasus ini, KPUD Kerinci telah resmi menetapkan pasangan Adirozal-Ami taher memperoleh suara terbanyak dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kerinci Tahun 2018. Hal ini berdasarkan hasil rapat pleno KPUD Kerinci yang digelar 5 Juli 2018.

Hasil ini sendiri telah dilaporkan oleh paslon nomor urut 3, Zainal Abidin-Arsal Apri ke Mahkamah Konstitusi (MK). [wid]

Komentar Pembaca
Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

, 18 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Atraksi Kembang Api

Atraksi Kembang Api

, 19 AGUSTUS 2018 , 05:36:00

Cakra 19 Untuk Jomin

Cakra 19 Untuk Jomin

, 12 AGUSTUS 2018 , 19:48:00

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

, 17 AGUSTUS 2018 , 10:48:00