Verified
Dr. H. Oesman Sapta

Lakukan Intimidasi, Empat Penagih Utang Pinjaman Online Ditangkap Polisi

 SELASA, 08 JANUARI 2019 , 22:46:00 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Lakukan Intimidasi, Empat Penagih Utang Pinjaman Online Ditangkap Polisi

Karopenmas Brigjen Dedi Prasetyo/Net

RMOL. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap empat karyawan PT Vcard Technology Indonesia (Vloan) perusahaan jasa pinjaman online (Pinjol) itu ditangkap karena mengintimidasi dan mengirimkan pesan asusila kepada nasabahnya.

Keempat tersangka adalah Indra Sucipto, Fanzi Joliandri alias Kevin Januar, Roni Sanjaya dan Wahyu Wijaya alias Ismed Chaniago. Keempatnya merupakan karyawan di bidang 'desk collector' atau penagih hutang di perusahaan tersebut.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan, Vloan dapat mengakses data diri nasabah termasuk lima emergency contact (5 nomor telepon orang dekat) yang direkomendasikan sebagai syarat mencairkan pinjaman.

Pada kasus ini, jelas Dedi, keempat tersangka mengirimkan pesan bernada pelecehan seksual kepada nasabahnya yang jatuh tempo lebih dari 30 hari dan tidak bisa dihubungi. Desk collector kemudian membuat grup WhatsApp yang berisi nasabah dan orang dekatnya (dari emergency contact).

"Pihak desk collector akan menyampaikan pesan berbau pornografi atau sexual harassment kepada korban yang sudah tergabung dalam group yang dibuat," kata Dedi, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (8/1).

Sementara desk collector lain yang juga menjadi member di grup WhatsApp tersebut ikut mengintimidasi nasabah. "Motifnya agar para nasabah cemas dan khawatir dengan tindakan tersangka dengan harapan agar nasabah yang menunggak segera membayar tagihan," ucapnya.

Tindakan para tersangka sebagai buntut tunggakan utang itu jelas merugikan nasabah, apalagi disaksikan oleh orang-orang terdekatnya. Salah seorang nasabah bahkan diberhentikan dari pekerjaannya karena dinilai memiliki reputasi buruk.

"Nasabah merasa terintimidasi dengan perkataan kasar dari para tersangka dan menjadi korban pelecehan seksual dari tersangka yang  mengirimkan konten serta perkataan pornografi dalam grup WhatsApp yang mereka buat," kata Dedi.

Akibat perbuatannya itu, para tersangka dijerat dengan Pasal 40, 29 jo Pasal 4 ayat (1) UU No 44/2008 tentang Pornografi; Pasal 45 ayat (1) dan (3) Jo Pasal 27 ayat (1) dan (3), Pasal 45B Jo Pasal 29 UU No 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik; Pasal 369 KUHP  dan atau Pasal 3, 4, 5 UU No 8/2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. [jto]
KPK Mestinya Panggil Tjahjo

KPK Mestinya Panggil Tjahjo

, 15 JANUARI 2019 , 15:00:00

Rizal Ramli: Kunci Kemenangan Prabowo-Sandi Adalah Militansi
Prabowo-Sandi Berpelukan

Prabowo-Sandi Berpelukan

, 15 JANUARI 2019 , 12:46:00

Bermalam Di Depan Istana

Bermalam Di Depan Istana

, 15 JANUARI 2019 , 13:51:00

Rehab Rumah Veteran

Rehab Rumah Veteran

, 13 JANUARI 2019 , 07:54:00

KPK, Segera Minta Imigrasi Cegah Mendagri Ke Luar Negeri<i>!</i>
Ada Luhut Di Balik Gatot Nurmantyo?

Ada Luhut Di Balik Gatot Nurmantyo?

Politik15 Januari 2019 12:18

Pendemo: Pak Jokowi, Kami Orang Sengsara, Agnes Monica Orang Kaya
Pidato Prabowo Vs Jokowi,  Media Indonesia Di Mata Pengamat Asing
Gwadar

Gwadar

Dahlan Iskan17 Januari 2019 05:13

Salah Sebut Nama, Presiden Jokowi Disoraki Perangkat Desa
Di Atas Kertas Prabowo-Sandi Menang

Di Atas Kertas Prabowo-Sandi Menang

Politik16 Januari 2019 00:50