SUAP MEIKARTA

Kesalahan KPK Yang Membuat Ahmad Heryawan Tidak Penuhi Panggilan Pertama Dan Kedua

Rabu, 09 Januari 2019, 10:57 WIB | Laporan: Ahmad Kiflan Wakik

Mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan/RMOL

RMOL. Mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menolak dirinya disebut mangkir dari pemenggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penyidik KPK dua kali melayangkan surat panggilan pada 20 Desember 2018 dan 7 Januari 2019, terkait pemeriksaan dalam penyidikan kasus suap perizinan Meikarta.

Aher, sapaan akrab politisi PKS ini menjelaskan, pada pemanggilan pertama dan kedua dia tidak hadir karena ada kesalahan dalam surat panggilan.

"Pertama tanggal 18 Desember 2018, amplop suratnya ditujukan ke saya tapi isi suratnya bukan untuk saya," ujar Aher di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (9/1).

Sementara pada pemanggilan kedua, lanjut Aher, KPK mengirimkan surat ke rumah dinas Gubernur Jabar yang sudah tidak dia tempati.

"Sehingga proses pengantaran dari rumah gubernur ke rumah saya ada hambatan," demikian Aher. [rus]

Kolom Komentar


Video

LBH: Penetapan Tersangka Sopir Tangki Diwarnai Intimidasi

Rabu, 20 Maret 2019
Video

Hubungan Internasional Kunci Keunggulan Prabowo

Rabu, 20 Maret 2019
Video

#KataRakyat: DPT Bikin Bete!

Rabu, 20 Maret 2019
loading