Verified
Dr. H. Oesman Sapta

Duit Korupsi Dibelikan Mobil Porsche

 KAMIS, 10 JANUARI 2019 , 10:37:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Duit Korupsi Dibelikan Mobil Porsche

Foto/Net

RMOL. Kiagus Emil Fahmy Cornain membeli mobil sport Porsche dari uang hasil pencairan agen fiktif PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo).

Pengakuan itu disampai­kan Kiagus saat menjadi saksi sidang perkara mantan Direktur Utama Jasindo, Budi Tjahjono di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin. "Rp 750 juta saya gu­nakan untuk membeli Porsche," kata Kiagus menjawab pertan­yaan jaksa KPK.

Awalnya, Budi menawarkan kepada Kiagus menjadi agen Jasindo dalam penutupan asur­ansi aset dan konstruksi BP Migas-Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS).

"Pak Budi pernah datang em­pat kali ke rumah saya. Dia ka­takan, 'Pak ini resmi. Kamu jadi agen. Ada undang-undangnya dan Jasindo dapat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian-red)'," tutur Kiagus.

Namun Kiagus menolak ta­waran itu. Tapi menyodorkan anak buahnya, Imam Tauhid alias Tedy untuk menjadi agen Jasindo. "Setelah saya tidak berminat, dia tanya, ada enggak pegawai Bapak yang bisa diper­caya jadi agen? Saya bilang ada. Namanya Imam Tauhid alias Tedy," sebut Kiagus.

Budi akhirnya memilih Tedy sebagai agen Jasindo meski tak paham soal asuransi. Tedy hanya diminta membubuhkan tanda tangan saja. Semua dokumen diurus Budi.

Budi hanya meminta Tedy menyerahkan nomor rekening­nya di Bank Capital. Tak lama, masuk dana Rp 3,9 miliar pem­bayaran fee agen.

Uang Rp 3 miliar ditarik. Ditukar menjadi dolar Amerika. Lalu diserahkan ke Budi. Sisanya, dibiarkan di rekening. "Pak Budi menitipkan saja. Katanya, tahun depan mau di­ambil," tutur Kiagus.

Tedy juga dihadirkan sebagai saksi perkara Budi. Ia men­gungkapkan, diminta menutupi peran Kiagus dalam kasus ini. "Di Gedung Bakrie Kuningan, malam sebelum saya dipang­gil KPK, dia (Kiagus) bilang, "Kamu bertahan saja. Keluarga kamu saya jamin. Kamu saya kasih Rp 1 miliar," ungkap Tedy.

Tak hanya itu, Kiagus berjanji menyediakan pengacara yang akan mendampingi Tedy men­jalani pemeriksaan di KPK.

Saat pemeriksaan di KPK, Tedy meminta waktu kepada pe­nyidik untuk merenung sebentar. Ia memikirkan tawaran meng­giurkan dari bosnya.

Tedy akhirnya memutus­kan memberikan keterangan yang benar kepada penyidik. "Akhirnya saya buka semua. Saya berikan bukti tulisan bahwa saya diarahkan."

Dalam perkara ini, Budi Tjahjono didakwa melakukankorupsi bersama mantan Direktur Keuangan dan Investasi Jasindo, Solihah dan Kiagus.

Budi merekayasa kegiatan agen dan pembayaran komisikepada agen PT Jasindo. Seolah-olah sebagai imbalan atas penutupan asuransi aset dan konstruksi pada BP Migas-Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS) tahun 2010-2012 dan 2012-2014.

Padahal, penutupan asuransi aset dan konstruksi BP Migas tersebut tidak perlu pakai agen. Bisa dilakukan sendiri Jasindo.

Uang pencairan fee agen kemudian dibagi-bagi. Budi menda­pat Rp3 miliar dan US$ 662.891. Solihah US$ 198.381. Sedangkan Kiagus Rp 1,3 miliar. Sebagian uang digunakan membeli mobil Porsche.

Mantan Deputi Keuangan BP Migas Wibowo Suseno Wirjawan juga kecipratan US$100.000 duit hasil pencairan fee agen fiktif. ***
KPK Mestinya Panggil Tjahjo

KPK Mestinya Panggil Tjahjo

, 15 JANUARI 2019 , 15:00:00

Rizal Ramli: Kunci Kemenangan Prabowo-Sandi Adalah Militansi
Prabowo-Sandi Berpelukan

Prabowo-Sandi Berpelukan

, 15 JANUARI 2019 , 12:46:00

Bermalam Di Depan Istana

Bermalam Di Depan Istana

, 15 JANUARI 2019 , 13:51:00

Rehab Rumah Veteran

Rehab Rumah Veteran

, 13 JANUARI 2019 , 07:54:00

KPK, Segera Minta Imigrasi Cegah Mendagri Ke Luar Negeri<i>!</i>
Ada Luhut Di Balik Gatot Nurmantyo?

Ada Luhut Di Balik Gatot Nurmantyo?

Politik15 Januari 2019 12:18

Pendemo: Pak Jokowi, Kami Orang Sengsara, Agnes Monica Orang Kaya
Pidato Prabowo Vs Jokowi,  Media Indonesia Di Mata Pengamat Asing
Gwadar

Gwadar

Dahlan Iskan17 Januari 2019 05:13

Salah Sebut Nama, Presiden Jokowi Disoraki Perangkat Desa
Di Atas Kertas Prabowo-Sandi Menang

Di Atas Kertas Prabowo-Sandi Menang

Politik16 Januari 2019 00:50