Dr. H. Oesman Sapta

Pembebasan Ustaz Ba'asyir Tidak Pengaruhi Tekad Pemerintah Tanggulangi Terorisme

 SENIN, 21 JANUARI 2019 , 01:40:00 WIB | LAPORAN: WAHYU SABDA KUNCAHYO

Pembebasan Ustaz Ba'asyir Tidak Pengaruhi Tekad Pemerintah Tanggulangi Terorisme

Ilustrasi/Net

RMOL. Banyak pihak mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo akan membebaskan narapidana terorisme Ustaz Abu Bakar Ba'asyir.

Namun, tidak sedikit yang melihatnya sarat muatan politik. Bahkan, ada pula yang mulai menyangsikan tekad pemerintahan Jokowi dalam pemberantasan terorisme.

Pengamat terorisme yang juga Rektor IAIN Pontianak M. Syarif mengatakan, keputusan tersebut sebaiknya tidak ditanggapi reaksioner di luar kerangka politik hukum dan kebijakan. Sebaliknya, pertimbangan di balik putusan itu yang sangat penting diuji.

"Pertimbangannya kan kemanusiaan, sudah sepuh (usia) 81 tahun, kesehatannya menurun, sakit-sakitan, butuh perawatan khusus bersama keluarga," jelasnya kepada wartawan, Minggu (20/1).

Menurut M. Syarif, pertimbangan itu cukup bijaksana mengingat aspek kemanusiaan atau hak asasi manusia merupakan salah satu landasan dan paradigma hukum di Indonesia. Apalagi, pada akhir 2018, Ustaz Ba'asyir sudah waktunya menerima pembebasan bersyarat. Selain telah menjalani masa hukuman sembilan tahun dari vonis 15 tahun penjara.

"Saya kira presiden mengambil langkah ini tidak terlepas dari salah satu strategi pemberantasan terorisme dengan pendekatan kemanusiaan, bukan hanya pendekatan represif semata. Karena tidak bisa dibantah alasan kemanusiaan itu bukan dibuat-buat, beliau (Ustaz Ba'asyir) sudah sepuh," paparnya.

M. Syarif mengatakan, ketakutan terhadap kemungkinan terjadinya ancaman teror pasca dibebaskannya Ustaz Ba'asyir sangat berlebihan. Sebab, di samping sudah tua, Ustaz Ba'asyir juga sudah ditinggal pengikut setianya dan sudah terputus dengan jaringan ekstrimis seperti Jaringan Ansharut Daulah (JAD) dan Jaringan Ansharut Syiah (JAS).

"Tidak usah khawatir, aparat kita sangat paham soal ini," ujarnya.

Ditambahkan M. Syarif, keputusan membebaskan Ustaz Ba'asyir sama sekali tidak ada hubungan dan tidak akan mempengaruhi tekad pemerintah dalam menanggulangi terorisme. Keputusan itu juga bukan bentuk kompromi dengan kelompok teroris. Yang mana, keputusan menunjukkan pada dunia bahwa penanganan terorisme di Indonesia sangat mengedepankan HAM.

"Artinya, pemerintahan Jokowi itu humanis namun sangat tegas soal terorisme," demikian M. Syarif. [wah]


Komentar Pembaca
Gugatan Kisman Ke Surya Paloh Tak Mudah Didamaikan
#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

, 20 FEBRUARI 2019 , 21:41:00

Rachma Dan Mantan Panglima NATO

Rachma Dan Mantan Panglima NATO

, 22 FEBRUARI 2019 , 18:06:00

Sandi Cium Tangan SBY

Sandi Cium Tangan SBY

, 22 FEBRUARI 2019 , 18:45:00

Mulfachri Harahap Diperiksa

Mulfachri Harahap Diperiksa

, 20 FEBRUARI 2019 , 18:53:00

Curhat Buni Yani Dalam Lapas, Apa Ahok Pernah Kelihatan Di Penjara?
Segera Berakhir, Pemerintahan Jokowi Harus Tetap Diawasi
Malam Munajat 212, 14 KAI Berhenti Luar Biasa Di Stasiun Jatinegara
Prabowo Bukan Lagi Lawan Jokowi

Prabowo Bukan Lagi Lawan Jokowi

Hersu Corner22 Februari 2019 21:13

Lima Hari Lagi

Lima Hari Lagi

Dahlan Iskan23 Februari 2019 05:16

Andi Arief: Ungkap Kejadian, Sudirman Said Hendak Dihabisi
Pakar Ekonomi Nilai Jokowi Permainkan Rakyat
Prabowo: Tidak Boleh Lagi Ada Rakyat Yang Tidak Bisa Makan
Dua Saksi Untuk Tersangka Samin Tan Mangkir Pemeriksaan
Lima Hari Lagi

Lima Hari Lagi

Dahlan Iskan23 Februari 2019 05:16

Bantuan Alsintan

Bantuan Alsintan

foto23 Februari 2019 04:29

Vaksin 14 Ribu Dosis Dikirim Ke NTB Cegah Rabies