Hakim Nonaktif Merry Purba Bantah Dakwaan Jaksa KPK

Senin, 21 Januari 2019, 11:58 WIB | Laporan: Ahmad Kiflan Wakik

Ilustrasi/Net

RMOL. Dakwaan yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibantah terdakwa kasus suap PN Medan, Merry Purba

Efendi Lod Simanjuntak, selaku pengacara Merry menyampaikan eksepsi atau nota keberatan terhadap dakwaan. Salah satu yang dia tekankan adalah kurangnya alat bukti.

"Sepanjang penetapan Merry Purba sebagai tersangka hanya didasarkan dan bersumber dari keterangan satu orang saksi, yakni saksi Helpandi," ujar Efendi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (21/1).

Merry dalam dakwaan disebut menerima dana suap melalui Helpandi yang merupakan Panitera Pengganti pada Pengadilan Tipikor Medan.

Merry menerima dana suap 150 ribu dolar Singapura dari total 280 ribu dolar Singapura yang diterima Hempandi dari Tamin Sukardi.

Hanya saja, kata Efendi, selain keterangan Helpandi tidak ada alat bukti yang dapat membawa Merry dalam kasus tersebut.

Lanjut Efendi, pun juga dengan  penggeledahan yang dilakukan penyidik terhadap rumah, ruang kerja, atau pemblokiran rekening bank serta penyitaan terhadap mobil suami Merry tidak dapat membuktikan apapun.

"Semuanya tidak menemukan adanya uang atau  aliran dana yang menunjukkan atau mengindikasikan bahwa terdakwa Merry Purba benar-benar ada menerima uang sebesar 150 ribu dolar Singapura  dari Helpandi," demikian Efendi. [jto]
Editor: Sukardjito
Tag:

Kolom Komentar


Video

Real Count KPU Lambat!

Kamis, 18 April 2019
Video

KPU: Stop Katakan Kami Curang

Jumat, 19 April 2019
Video

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Jumat, 19 April 2019
loading