Munaslub Golkar Terima Rp 2 Miliar Dari Johannes Kotjo

Selasa, 29 Januari 2019, 17:47 WIB | Laporan: Ahmad Kiflan Wakik

Eni Saragih bersaksi di Pengadilan Tipikor/RMOL

RMOL. Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih mengakui meminta uang kepada Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemilik saham PT Blackgold Natural Resource Ltd. untuk membiayai Munaslub Partai Golkar.

"Kalau pengkondisian itu saya minta, untuk munaslub saya minta langsung Pak Kotjo," katanya saat bersaksi untuk terdakwa Idrus Marham di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (29/1).

Eni, Idrus dan Kotjo merupakan tersangka dalam kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-I.

Eni menjelaskan, permintaan dana kepada Kotjo berdasarkan tanggung jawabnya sebagai bendahara Munaslub Golkar.

Adapun, Munaslub Golkar digelar untuk menetapkan ketua umum Airlangga Hartarto menggantikan Setya Novanto yang terjerat kasus korupsi proyek KTP-eL.

"Munaslub Pak Kotjo bantu saya, saya bendahara munaslub. Saya berkewajiban untuk membiayai munaslub," ujar Eni

Dalam dakwaan Eni, disebutkan sebagian uang suap PLTU Riau-1 senilai Rp 2 miliar digunakan untuk membiayai Munaslub Golkar tahun 2017. Belakangan, sebagian uang senilai Rp 713 juta telah dikembalikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi melalui Wasekjen Golkar Sarmuji.

Idrus Marham sendiri didakwa menerima suap Rp 2,250 miliar terkait proyek PLTU Riau-1. Uang diberikan Kotjo sebagai konsorsium pelaksana proyek. Dia dinilai berperan atas pemberian uang dari Kotjo yang diduga digunakan untuk membiayai Munaslub Golkar.

Selain itu, Idrus juga disebut meminta agar Kotjo membantu pendanaan suami Eni Saragih, Muhammad Al Khadzik saat mengikuti Pilkada Temanggung. [wah]

Kolom Komentar


Video

Real Count KPU Lambat!

Kamis, 18 April 2019
Video

KPU: Stop Katakan Kami Curang

Jumat, 19 April 2019
Video

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Jumat, 19 April 2019
loading