Polisi Terus Usut Dugaan Rekayasa Pailit Yang Diajukan Wirawan dkk

Kamis, 07 Februari 2019, 02:52 WIB | Laporan: Wahyu Sabda Kuncahyo

Foto/Net

RMOL. Kepolisian masih mendalami laporan atas dugaan pengajuan surat rekayasa pailit PT Advan Teknologi Solusi yang diajukan Wirawan Tanzil, Mario Agusta Tanzil, dan Liana Leo.  

Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung mengatakan, surat panggilan terhadap Wirawan sebagai terlapor sudah dilayangkan untuk menjalani pemeriksaan. Sayangnya, Wirawan mangkir dengan alasan sedang marayakan Imlek.

"Surat panggilan sudah dikirim tapi yang bersangkutan mengirim surat tidak bisa hadir karena masih suasana Imlek," katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/2).

Tahan memastikan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Menurutnya, hingga saat ini masih dalam proses pemeriksaan pihak terlapor dan saksi.

"Pasti lanjut, masih dalam tahap pendalaman dan pemeriksaan," ujarnya.

Lia selaku pelapor mengadu ke Polrestro Jakpus pada 26 November 2018 dengan Laporan Polisi Nomor Pol: 1948/K/XI/2018/Restro Jakpus.

Di mana, tiga orang terlapor Wirawan Tanzil, Mario Agusta Tanzil, dan Liana Leo tanpa sepengetahuan Lia yang juga pemegang saham diduga telah mengajukan surat rekayasa pailit, dan uang pembayaran dari rekanan senilai kurang lebih Rp 37 miliar diduga beralih ke PT Avidex Central Ent milik para terlapor.

Ketiga terlapor adalah satu keluarga sebagai pemegang saham di PT Advan dan sekaligus juga pemegang saham di PT Avidex. Di mana, Wirawan adalah suami dari Liana Leo dan Mario adalah putra mereka.

Wirawan dan Liana adalah pemegang saham PT Avidex Central Ent. Sementara, Mario sebagai business development manager di perusahaan itu.

Sedangkan di PT Advan, Liana dan Mario menjadi salah satu pemegang saham. Di mana, Mario menjabat dirut dan Lana sebagai komisaris. [wah]

Kolom Komentar


Video

Real Count KPU Lambat!

Kamis, 18 April 2019
Video

KPU: Stop Katakan Kami Curang

Jumat, 19 April 2019
Video

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Jumat, 19 April 2019
loading