Kemenag Bekali 140 Agen Perempuan Anti Korupsi

Kamis, 07 Februari 2019, 20:35 WIB | Laporan: Hendry Ginting

Sosialisai anti korupsi kemenag ke perempuan/RMOL

RMOL. Gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) di Kementerian Agama terus diperluas. Terbaru, Kemenag membekali 140 agen SPAK.

Mereka terdiri dari istri pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan yang digelar bekerjasama dengan KPK ini berlangsung dari tannggal 7-9 Februari di Hotel Sultan, Jakarta. ToT bertajuk Pencegahan Korupsi Berbasis Keluarga itu dibuka Menag Lukman Hakim Saifuddin.

Tampak hadir juga, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dan Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Trisna Willy Lukman.

Pada kesempatan itu, Menteri Lukman mengapresiasi geliat SPAK di Kemenag yang terus berkembang. Bahkan, dia menginginkan agar SPAK tidak hanya bermakna Saya Perempuan Anti Korupsi, tapi juga Saya Pejabat Anti Korupsi.

"Saya bersyukur daengan diselenggarakannya program SPAK, dan saya menginginkan di Kementrian Agama tidak hanya Saya Perempuan Anti Korupsi, tapi juga Saya Pejabat Anti Korupsi," kata Menag di Jakarta, Kamis (7/2).

Pihaknya berharap SPAK bisa berperan dalam upaya pemberantasan korupsi di Kemenag, utamanya pada aspek preventif, pencegahan. "Kita tidak fokus pada pemberantasan, karena itu masuk kewenangan hukum," tandas Menag.

Menteri Lukman juga mengajak agen SPAK untuk menyamakan persepsi tentang korupsi. Dari situ, diharapkan akan muncul kesadaran untuk mencegah tindakan tersebut.

Menurutnya, korupsi adalah tindakan yang biasanya didasari pemikiran, nalar, dan rasa. Di sini, kaum ibu memiliki kekuatan yang dapat memaksimalkan nalar, rasa yang dapat diwujudkan dalam tindakan untuk tidak korupsi.

"Mencegah korupsi bukan karena paksaan dari atasan, tapi tindakan yg didasari pada pemikiran," jelas Menag.

"Agama mengajarkan pentingnya sikap qana'ah arau merasa cukup," sambungnya.

Menag berharap kesadaran menjauhi tindakan korupsi terus tumbuh di kalangan ASN Kementerian Agama. [wis]
Editor: Wisnu Yusep

Kolom Komentar


Video

Real Count KPU Lambat!

Kamis, 18 April 2019
Video

KPU: Stop Katakan Kami Curang

Jumat, 19 April 2019
Video

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Jumat, 19 April 2019
loading