Jelang Pencoblosan, KPK Diingatkan Tidak Berat Sebelah

Jumat, 12 April 2019, 17:40 WIB | Laporan: Faisal Aristama

Massa aksi AMI/Net

RMOL. Massa aksi dari Aliansi Muslim Indonesia (AMI) mendoakan para pimpinan KPK dan jajaran pegawai agar tidak bermanuver dan tidak bermain politik praktis pada Pemilu 2019.

Hal itu menyusul kontroversi penyidik KPK Novel Baswedan yang disebut-sebut sebagai orang Gerindra, dan bakal dijanjikan jabatan Jaksa Agung apabila Prabowo-Sandi menang di Pilpres.

"Hari ini kami berdoa dan akan terus mengawal sampai hari pencoblosan 17 April agar KPK tidak bermain politik praktis. Jangan berat sebelah, jika hendak melakukan pemberantasan korupsi," kata Koordinator AMI, Muhammad Nur di depan Gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/4).

"Kami dapat informasi ada konspirasi kelas tinggi alias politik tingkat tinggi di internal KPK. Nampak sekali di momen dua tahun kasus Novel kemarin banyak penampakan orang-orang yang di belakang layar," beber Nur lagi.

Dia menilai lembaga pemburu koruptor saat ini sudah bergeser jauh dari marwahnya. Ada gerakan politik yang luar biasa di internal KPK. Sangat disayangkan jika ada oknum pegawai yang terafiliasi parpol dan bermain politik tetap bekerja di KPK.

Nur menegaskan, pihaknya terpaksa turun gunung lantaran KPK dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari narasi Novel diduga bermuatan politik di media massa, hingga panggung rakyat KPK yang sempat diprotes keras oleh rakyat karena diduga dikerahkan oleh kekuatan politik eksternal pada Kamis kemarin.

"KPK terkesan menghantam sana-sini untuk tujuan politik. KPK ini bukan lagi lembaga antirasuah tetapi gerakan politik," sebutnya.

Penyidik senior KPK Novel Baswedan sendiri sebelumnya sudah membantah kabar tersebut. Dia menyebutkan, tuduhan bahwa dirinya orang parpol termasuk Gerindra merupakan isu yang menyesatkan.
Tag:

Kolom Komentar


Video

Prabowo: Kita Menang, Jangan Lengah!

Rabu, 17 April 2019
Video

Real Count KPU Lambat!

Kamis, 18 April 2019
loading